BAB
I
PENDAHULUAN
Kitab keluaran adalah kitab sejarah
deskriptif narasi ( 5 kitab Musa). Karena kitab keluaran merupakan kitab yang
melanjutkan kisah yang di mulaikan dalam kejadian. Dan Judul kitab keluaran ini
juga di ambil dari sari kata Yunani exodus ( judul yang di pakai dalam
septuaginta, yaitu di PL dalam bahasa Yunani) yang artinya “keluaran” atau “
keberangkatan.” Kitab keluaran ini disebut kitab sejarah deskriptif narasi karena
kitab ini menunjukan kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari
perhambahaan di Mesir oleh Allah dan Keberangkatan mereka dari negeri itu
sebagai umat Allah.[1]
Kitab Keluaran ini juga merupakan
kitab kedua dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama dan terdiri dari 40 pasal.Kritik
sastra mengakui bahwa setiap karangan dalam kitab keluaran memakai sumber,tapi
hal ini tidaklah membuktikan adanya
beberapa penulis. Kriteria yang di pakai kritik sastra untuk memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian
potongan, sekarang sudah diakui tidak bernilai. Pandangan Yahudi sejak zaman Yosua yang di indahkan
oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah bahwa keluaran merupakan kerja
Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh kitab keluaran sendiri. Tidak ada
bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan pandangan ini. Dalam naskah Kitab
Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin, tapi hanya sedikit: misalnya
huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua kali), haplografi (
seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali saja). [2]
Kitab Keluaran ini di mulai dengan
catatan ringkas tentang keturunan Israel, sebagai jembatan peralihan dari
kejadian, lalu mencatat keresahan yang timbul pasa pihak Mesir melihat laju
pertambahan jumlah orang Israel melatarbelakanggi kelahiran Musa dan di
besarkannya dia si istana Firaun, dan
menjadi tokoh besar kedua dalam sejarah Bangsa Israel.[3]
Peristiwa
keluaran merupakan salah satu kitab dari
Pentateukh. Berdasarkan perkiraan kasar, Narasi Pentateukh itu sendiri bermula
dari panggilan Abram ( kejadian 12 ) sampai kematian Musa ( Ulangan 34) dapat
di tetapkan pada zaman perunggu Tengah dan Zaman Perunggu Akhir dari Sejarah
Timur Dekat Kuno. Atas dasar rangkaian kesatuan kronologis ini berarti bahwa
zaman para leluhur berlangsung kira-kira dari tahun 2000 sampai tahun 1600 SM,
sementara Musa dan keluaran itu sendiri
si tetapkan tanggalnya sekitar tahun 1500 sampai 1200 SM ( pilihan tanggal yang
paling dini [ abad ke-15 SM] dan paling akhir [ abad ke-12 SM] di berikan untuk
peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir).[4]
BAB
II
EKSEGESE KELUARAN 22:28:31
Analisa Tekstual[5]
Dan Terjemahan
`yLi(-!T,Ti ^yn<ßB' rAkðB.
rxE+a;t. al{å ^ß[]m.dIw> ^ït.a'lem. 28
`yli(-AnT.Ti ynIßymiV.h;
!Wkïliv.T; [9]bl,K,Þl;
Terjemahan
Penulis
28 janganlah engkau mengutuki
Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu.
29 Janganlah lalai memberikankan[10]
hasil[11]
buahmu[12].
Yang sulung dari anak-anakmu laki-laki[13]
haruslah kau mempersembahkanya[14]
kepada-Ku.
30 Demikian juga[15]
harus kauperbuat[16]
dengan domba-dombamu[17]:
tujuh[18] hari[19]
lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari
yang kedelapan haruslah kaupersembahkan[20]
binatang-binatang itu kepada-Ku.
31 Haruslah kamu
menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang buas, janganlah kamu
makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing.
GENRE, BENTUK, DAN
SKEMA
GENRE
Kitab
keluaran adalah kitab sejarah deskriptif narasi ( 5 kitab Musa). Karena kitab
keluaran merupakan kitab yang melanjutkan kisah yang di mulaikan dalam
kejadian. Dan Judul kitab keluaran ini juga di ambil dari sari kata Yunani
exodus ( judul yang di pakai dalam septuaginta, yaitu di PL dalam bahasa
Yunani) yang artinya “keluaran” atau “ keberangkatan.” Kitab keluaran ini
disebut kitab sejarah deskriptif narasi karena kitab ini menunjukan kepada
pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambahaan di Mesir oleh
Allah dan Keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat Allah.[21] Kitab
Keluaran merupakan kitab kedua dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama dan
terdiri dari 40 pasal.Kritik sastra mengakui bahwa setiap
karangan dalam kitab keluaran memakai sumber,tapi hal ini tidaklah membuktikan adanya beberapa penulis. Kriteria
yang di pakai kritik sastra untuk
memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian potongan, sekarang sudah
diakui tidak bernilai. Pandangan Yahudi
sejak zaman Yosua yang di indahkan oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah
bahwa keluaran merupakan kerja Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh
kitab keluaran sendiri. Tidak ada bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan
pandangan ini. Dalam naskah Kitab Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin,
tapi hanya sedikit: misalnya huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua
kali), haplografi ( seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali
saja). [22]
BENTUK
Konteks
Kultural- Historis Umum
Secara umum, Kritik
sastra mengakui bahwa setiap karangan memakai sumber,tapi hal ini tidaklah membuktikan adanya beberapa penulis. Kriteria
yang di pakai kritik sastra untuk
memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian potongan, sekarang sudah
diakui tidak bernilai. Pandangan Yahudi
sejak zaman Yosua yang di indahkan oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah
bahwa keluaran merupakan kerja Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh
kitab keluaran sendiri. Tidak ada bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan
pandangan ini. Dalam naskah Kitab Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin,
tapi hanya sedikit: misalnya huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua
kali), haplografi ( seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali
saja). [23]
Kitab
Keluaran mulai dengan catatan ringkas tentang keturunan Israel, sebagai
jembatan peralihan dari kejadian, lalu mencatat keresahan yang timbul pasa
pihak Mesir melihat laju pertambahan jumlah orang Israel melatarbelakanggi
kelahiran Musa dan di besarkannya dia si istana Firaun, dan menjadi tokoh besar kedua dalam sejarah Bangsa
Israel.[24]
Peristiwa
keluaran merupakan salah satu kitab dari
Pentateukh. Berdasarkan perkiraan kasar, Narasi Pentateukh itu sendiri bermula
dari panggilan Abram ( kejadian 12 ) sampai kematian Musa ( Ulangan 34) dapat
di tetapkan pada zaman perunggu Tengah dan Zaman Perunggu Akhir dari Sejarah
Timur Dekat Kuno. Atas dasar rangkaian kesatuan kronologis ini berarti bahwa
zaman para leluhur berlangsung kira-kira dari tahun 2000 sampai tahun 1600 SM,
sementara Musa dan keluaran itu sendiri
si tetapkan tanggalnya sekitar tahun 1500 sampai 1200 SM ( pilihan tanggal yang
paling dini [ abad ke-15 SM] dan paling akhir [ abad ke-12 SM] di berikan untuk
peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir).[25]
Para
leluhur Israel muncul dari kebudayaan
Mesopotamia yang didirikan oleh Bangsa sumeria, tetapi dibentuk ulang oleh dinasti-dinasti Semit
Sargon dari akhad yang menaklukan dan menerima peradaban Sumeria yang mengalami
kehancuran pasa sekitar tahun 2400 SM. Kerajaan Sumeria dan akhad kemudian di
pengaruhi oleh penyusupan orang Amori yang terus Menerus sari Utara dan Barat dan
orang-orang Elam sari Timur.[26]
Orang
Mesir merupakan kelompok Bangsa yang paling menonjol yang paling menonjol I
yang membentuk latar belakang sejarah pentateukh. Abraham jarang sekali
berhubungan dengan dengan negeri Mesir,
tetapi pada akhirnya seluruh marga Yakub pindsah dan Bermukim di daeraj Delta
sungai Nil. Umat Ibrani selanjutnya tinggal di Mesir selama beberapa abad,
berkembang biak menjadi satu” Bangsa
Besar “ sementara pada waktu yang sama secara menyeluruh menyesuaikan diri kepada kebudayaan Mesir .
Untuk melihat latar belakang Sejarah
Israel lebih dalam lagi, maka kita akan memulainya dari Mesir, karena
kemunculan bangsa Israel memiliki kaitan erat
dengan Bangsa Mesir. Mesir adalah salah satu pusat peradaban yang paling
maju ketika bangsa Israel mulai muncul
sebagai suatu Bangsa. Kerajaan yang baru itu berdiri kira-kira abad ke XVI SM
setelah mengusir bangsa Hykso yang telah
,menduduki Mesir sealama hamper dua
abad. Kira-kira dari abad 1550-1100 SM mesir menjadi kerajaan yang jaya. Salah
seorang pemimpin militernya yang besar ialah Thutmo[27]sis
III (1500-1450 ). Berkali-kali ia memimpin tentaranya melalui Palestina atau
mengarungi Laut Tengah untuk memperluas daerah kekuasaan Mesir sampai ke sungai
Efrat. Ia serin g di banding kan dengan Alexsander Agung atau Napoleon. [28]
Pemahaman kita tentang Keluaran
Umat Ibrani menjadi semakin rumit oleh pertimbangan-pertimbangan geografis,
rute yang tepat dari umat Ibrani ketika melintasi padang gurun dan letaknya
Gunung Sinai masih belum di ketahui dengan
pasti. Tiga pilihan sudah di ajukan untuk rute keluaran yang di tempuh
oleh umat Ibrani : teori rute Sinai paling utara, teori rute Tengah,m dan teori
rute Sinai tradisional di Selatan.Dari ketiga teori, yang paling banyak di anut
orang adalah teori rute selatan yang Tradisional, karena peristiwa keluaran
yang masih dapat menampung semua informasi alkitabiah dan geografis yang di
ketahui dengan sangat menyakinkan. [29]
Konteks
Kultural - Historis Khusus
Kitab keluaran merupakan salah
satu kitab dari Pentateukh. Kitab
keluaran memiliki judul asli“ exodus”, berasal dari kata Yunani yang berarti “
keberangkatan” atau “pergi keluar”. Nama Ibrani bagi kitab ini terdapat dalam
frase yang pertama,”Inilah nama-nama,” atau We’alleh
Shemoth.[30]
Mengenai kepenulisan kitab ini, Musa adalah tokoh dalam kitab ini, Juga
pengarangnya. Tetapi para pakar memperdebatkan penanggalan terhadap beberapa
kejadian yang di tetapkan oleh Musa.
Kitab “ Keluaran” adalah kitab yang
kedua dari lima kitab ( Kejadian, keluaran, Imamat, bilangan, ulangan) yang
merupakan kitab pentateukh, bagian pertama dan utama dari perjanjian Lama. Pasa
Zaman Yesus dan Rasul-rasulNya, orang Yahudi berpendapat, bahwa kelima kitab
ini adalah karangan Musa Sendiri.Anggapan ini tidak dapat dipertahankan. Sebenarnya
kitab Taurat itulah hasil perkembangan yang lama, yang baru selesai sesudah
masa pembuagan di Babel. Tetapi Roh Kudus yang telah memimpin Musa ( Bil
11:17,25), juga memimpin perkembangan ini sampai kepada penyusunan yang
penghabisan, sehingga tidak ada perbedaan, apakah Musa sendiri mengarang dan
menyusun kitab ini ataukah pengikut-pengikutnya. Mereka semuanya mendengarkan
dan meneruskan suara Allah.[31]
Peristiwa-peristiwa utama yang di
catat dalam kitab ini adalah berhubungan dengan Mesir dan Sinai dan keduanya
merupakan titik pusat kitab ini. Dan Sinai di pandang sebagai tujuan yang
pertama.[32]Kitab
keluaran juga mengisahkan lahirnya Israel sebagai suatu Bangsa. Kitab ini
merupakan sebuah epik yang di
dominasi oleh Musa, tokoh utamanya.
Dialah yang memimpin orang Israel keluar dari Mesir, Sehingga kitab itu disebut
“ Keluaran” ( Exodus). Hukum-hukum-Nya( Taurat). Kitab tersebut dapat di bagi
menjadi dua bagian.[33]
1.
Keluarnya Israel dari perbudakan di Mesir (pasal 1-19)
2.
Pemerintah Hukum taurat dan pembuatan “ Tabernakel”( Kemah Allah) di
Sinai ( pasal 20-40).
Kitab
keluaran di mulai dengan berkembangnya suku-suku Ibrani di Mesir.[34] Kitab keluaran diatur kedalam tiga kumpulan materi cerita
yang didasarkan pada urutan lokasi geografis
bagi Israel sewaktu mereka mengadakan perjalanan dari Mesir ke Gunung
Sinai. Sebagai Tema, maka kelepasan orang Ibrani oleh Yahwe dari
perbudakan di Mesir sebagaimana di
ceritakan dalam kitab Keluaran menghubungkan kelepasan Marga Yakub oleh Yusuf (
kejadian 46-50) dan kelepasan bangsa Israel oleh Musa menuju keperbatasan
Israel negeri perjanjian ( Bilangan dan ulangan). Keluaran sebagai kitab
penebusan Yahwe akan umat perjanjianNya melengkapi kejadian sebagai kitab
pengukuhan kovenan dan mengantisipasi Imamat sebagai kitab kekudusan bagi umat
perjanjian.[35]
Bahasan dan isi kitab kitab keluaran ini juga memuat tanda-tanda peralihan yang
di sengaja yang menunjukan bahwa kisah-kisah kejadian, keluaran,Imamat, harus
di baca bersamaan sebagi dokumen yang Menyatu.[36]
Bagian I menceritakan hukuman
terhadap Mesir dan kelepasan Israel dari perbudakan.pertama-tama yaitu Musa di
perkenalkan sebagai alat Allah untuk
mewujudkan pelepasan umat Ibrani, dan kemudian ia di lengkapi untuk menunaikan
tugas itu.Sebelum Musa dapat melepaskan Israel dari Mesir dan Membawa pada
pengesahan konvenan dengan Yahwe di Sinai,yaitu ia harus memenuhi
persyarata-persyaratan konvenan Allah yang terdahulu untuk keluarga sendiri.(
bdg. 4:18-26).[37]
Bagian II menjekaskan bagaimana
Yahwe mengubah sekumpulan besar bekas budak menjadi “harta
kesayangannya”sebagai perjanjianNya, melalui persetujuan konvenan di Sinai
(19:16). Bentuk perjanjian ini merupakan suatu cara yang biasa di lakukan oleh
penguasa yang memerintah untuk menuntut ketaatan dari negara-negara taklukan
dengan mengikat Negara bawahan itu melalui berbagi persyaratan perjanjian yang di tetapkan.[38]
Bagian III memberikan
rincian kemah Suci Yahwe dan peralatan
di dalamnya. Kehadiran Allah
ditengah-tengah Israel di tetapkan melalui kemah pertemuan (25:8). Penyembahan
berhala dan pemberontakan Mesir yang di hukum oleh Yahwe dalam Keluaran di
sejajarkan oleh anak lembu Emas yang terjadi pada waktu Israel berkemah di
Sinai.Murka Yahwe di cegah oleh doa syafaat Musa untuk Israel dan kemurahan
Allah memungkinkan pembaharuan Konvenan
itu ( bdg. 32:11-34:17).[39]
Latar
Belakang Penulisan Kitab Keluaran
Menurut
tradisi Yahudi dan Kristen, Musa menulis kitab Keluaran atas perintah Allah
dalam hubungannya dengan pengalaman kovenan Israel bersama Yahwe di Sinai (bdg.
17:14; 24:4;34:27) Beberapa pakar beranggapan bahwa Musa hanya menulis
bagian-bagian utama dari keluaran dan beberapa tambahan tertentu telah di buat
oleh editor-editor di kemudian hari ( misalnya, Silsilah dalam 6:24-27).[40]
Tujuan
Penulisan Kitab Keluaran
Secara Historis kitab keluaran
bertujuan untuk pelestarian kisah-kisah yang menjelaskan bagaimana umat Israel
sampai menjadi Budak di Mesir, kelepasan mereka, serta kehadiran mereka di
gunung Sinai. Cerita kitab ini menghubungkan kisah-kisah para bapa leluhur
dengan bangsa teokratis yang menaklukan Kanaan (bdg 6:4)[41]
Tujuan Teologis pokok dari kitab
keluaran yaitu penyataan diri Allah.Allah tidak hanya mengingat janji-janji
kovenanya kepada Bapa leluhur Ibrani, tetapi sekarang sudah menyatakan diri-Nya
kepada Israel sebagai Yahwe ( 6:2-3). Penyataan Yahwe ini terjadi dalam
berbagai menifestasi, hasil akhirnya yaitu
Ia akan mengambil Israel sebagai UmatNya dan Ia akan menjadi Allah
Mereka.(6:7).[42]
Tujuan didaktik dari kitab ini
meliputi petunjuk-petunjuk mengenai pentingnya memelihara hubungan konvenan
denganm Yahwe dan pentingnya Taurat-Nya sebagai Sarana untuk membentuk dan
memelihara jati diri Israel sebagai umat Yahwe ( 23:20-23).[43]
Keluaran
juga di tulis untuk memberikan laporan tentang tindakan-tindakan Allah yang
bersejarah dan bersifat menebus sehingga Israel di bebaskan dari Mesir, di
tetapkan sebagai bangsa pilihanNya, dan di beri penyataan tertulis mengenai
perjanjian-Nya dengan mereka. Kitab ini juga di tulus juga sebagai mata rantai
yang teramat penting dalam keseluruhan
penyataan diri Allah yang bertahap-tahap yang mencapai puncaknya di
dalam diri Yesus Kristus dan dalam PB.[44]
Pemahaman Terhadap Konteks Dekat
Tema
yang terdapat dalam konteks dekat di kitab keluaran para penerjemah Perjanjian Lama ke dalam
bahasa yunani, memberi Nama “ Exodus” kepada kitab kedua pentateukh ini.[45]
Judul sangat bagus karena memiliki arti “Keluar” atau “ Keberangkatan” setelah
satu periode perbudakan yang sangat keras bangsa Israel. Kitab ini memiliki
kerangka kronologisnya yang hanya di berikan secara umum, selaras dengan cara
Ibrani melihat sejarah, yaitu sebagai deretan peristinwa, jadi bukan sebagai
deret tanggal.[46]Dalam
PB di katakan bahwa Tuhan Yesus Kristus menggenapi “Keluaran” yang terakhir,
yaitu pelepasan yang sungguh-sungguh ( Ibrani 13:13)[47]
Struktur
sastra Kitab keluaran, seperti kejadian begitu pula keluaran merupakan suatu
campuran berbagai ragam sastra, berisi materi cerita,puisi, hukum dan kultus (
ibadah, upacara, keagamaan).[48]Kitab
keluaran adalah kitab kedua di dalam urutan kitab, kitab ini terbagi dalam 40
pasal. Isi kitab keluaran 40: 34-38 menceritakan mengenai :
Skema
I.
Israel di Mesir ( 1-12)
a.
Perbudakan (1)
b.
Kelahiran, Kehidupan awal, dan panggilan Musa (2-4)
c.
Penindasan Firaun atas Israel (5:1-6:13)
d.
Silsilah ( 6:14-27)
e.
Berbagai tulah dan paskah ( 6:28-6:13)
II.
Perjanjian dari Mesir ke sianai ( 12-18)
a.
Keluar dari Mesir ( 12: 37-14:31)
b.
Nyanyian Musa ( 15:1-21)
c.
Padang gurun Syur ( 15: 22-27 )
d.
Padang Gurun Sin (16)
e.
Gunung Batu di Rafidim ( 17)
f.
Yitro dan Musa (18)
III.
Kovenan ( perjanjian) dan hukum taurat di Sinai
a.
Sepuluh hukum ( 20:1-17)
b.
Undang-undang Konvenan (20:18-23:33)
c.
Pengesahan Konvenan (24)
d.
Kemah suci ( 25-40).[49]
BAB III
TAFSIR KELUARAN 22:28-30
Keluaran 22:28
janganlah engkau mengutuki
Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu.
Pada kitab keluaran 22:28 , memiliki aspek-aspek sintaks,
penulis menguraikannya sebagai berikut :
Kata pertama ^t.a'lem. berbentuk
kata benda yang melekat dengan kata
benda, feminim bentuk tunggal, construct yang
memiliki akhiran orang kedua maskulin tunggal yang memiliki arti ‘from the fullness
of your harvest yang artinya dari kepenuhan menjadi kesempurnaan .[50] Kata benda disini
berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis
kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin
dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga
seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau
sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara
dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “
Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “
faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk
menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful this” ;
ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “
caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya
“ ship”, “ a hair”[51]Makna yang tepat dalam kata ini yaitu “ kata
keempat, yang menunjukan nama dari
negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya
“Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”;” berarti juga
Bangsamu. Terdapat kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ;
pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’;
kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek,
misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang
abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[52] Kata
ini Merujuk pada oknum Allah yang sempurna.
Kata kedua ^[]m.dIw> memiliki
kata w pada awal kata kerja sebagai penghubung partikel Dari kata [m;D
yang mempunyai arti juice artinya sari buah. Dalam kata kedua ini terdapat kata benda umum bentuk tunggal, masculin dan akhiran
orang kedua masculin bentuk tunggal. Terdapat waw w yang berada di depan kata
kerja dan mempunyai fungsi khusus, yang mengubah tense kata kerja tersebut (
waw konsekutif).[53]
Kata kedua ini juga Yang mempunyai arti ‘and
from the out flow of your presses’yang artinya dan dari luar arus tekanan
mu.[54]
Kata benda maskulin tidak memiliki ciri
tertentu yang menunjukan jenis kelaminnya. Namun sebutan untuk manusia dan binatang tentu mengikuti jenis kelaminnya
yang alamiah, misalnya laki-laki, suami, putra dsbg.[55]
Kata ketiga rxea;t al pada awal kata memiliki kata ali yang merupakan partikel negative atau larangan yang
mempunyai arti jangan, bukan, tidak. [56] . larangan Ilahi. larangan yang di ucapkan oleh Tuhan sendiri kemudian kata rxa yang
merupakan kata kerja piel orang kedua imperfeck yang mempunyai bentuk maskulin tunggal.Yang artinya ‘ you
shall not delay’ artinya haruslah tidak menunda[57].
Piel menggambarkan suatu tindakan yang di lakukan dengan lebih tegas atau
secara berulang-ulang[58]
Imperfeck menyatakan perbuatan yang belum sempurna atau belum selesai. Ini
adalah kata kerja dasar di tambah awalan dan akhiran yang menyatakan subyeck,
bentuk kata kerja orang ke-2, jenis maskulin,
Kata
kempat ‘^yn<B' rAkB.’ Diawal kata
terdapat kata rAkB. Merupakan kata benda umum bentuk
tunggal maskulin construct. Kemudian terdapat juga kata ^yn<B' dari kata !Be yang merupakan kata benda umum maskulin
jamak untuk membangun akhiran
orang kedua maskulin homonim bentuk tunggal satu.mempunyai arti ‘the first born of your sons’.yang
artinya anak sulung milik putra mu.[59] Kata <B' dari kata !Be artinya anak laki-laki, putera, keturunan.
Kata
kelima .yLi-!T,Ti memiliki kata !tn yang merupakan kata kerja qal orang kedua imperfek bentuk maskulin tunggal
Ed:Wts membaca L dengan cara yang
berbeda l. yang mempunyai akhiran
kata depan partikel orang pertama umum
bentuk tunggal Ed:Wts membaca L dengan cara yang berbeda.Mempunyai artinya ‘ you
shall give to me’ artinya kamu akan memberi kepada ku.[60]
Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi. Perfek menyatakan perbuatan yang
sudah ( = sudah selesai), bentuk kata kerja orang kedua, jenis maskulin ,
berbentuk jamak.[61]
Keluaran
22:29
Janganlah lalai memberikan hasil buahmu. Yang sulung dari anak-anakmu
laki-laki haruslah kau mempersembahkanya kepada-Ku.
Keluaran 22:29 , memiliki
aspek-aspek sintaks, penulis menguraikannya sebagai berikut : Kata pertama hf,[]T;-!Ke ,memiliki kata awal !Ke yang
merupakan partikel homonim kata keterangan
kedua dari kata
hf[ yang artinya “membuat”
kata ini merupakan kata kerja qal imperfek
orang kedua maskulin homonim bentuk tunggal pertama yang mempunyai arti ‘ you
shall do likewise’ artinya demikian juga kamu akan melakukan.[62]
Atau haruslah kamu mempersembahkan. Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi.[63]
Kata kerja imperfeck menyatakan perbuatan yang belum selesai atau sempurna.[64]
Kata
kedua ^r>vol. memiliki
kata l. yang
merupakan kata depan. Diantara preposisi atau Kata depan, lamedlah(
l) yang sering di pakai dalam arti yang berbeda-beda, sehubungan
dengan sintaksis eksegesis tetapi arti yang biasa ialah: “ karah, ,kepada” “untuk”, “menyangkut” “sehubungan dengan”. [65]kata
depan diatas merupakan partikel dari kata rAv yang adalah kata benda umum bentuk maskulin tunggal construct akhiran orang kedua yang maskulin bentuk tunggal. Kata ini mempunyai arti “ with your oxen ” artinya dengan
banteng-banteng mu.[66]
Jadi kalau penulis menyatukan dengan kata pertama maka artinya haruslah kamu mempersembahkan
yang di maksud dengan yang di persembahkan itu adalah banteng-bantengmu. Jadi
penulis menyatukan kalimatnya menjadi haruslah kamu mempersembahkan
banteng-bantengmu.
Kata
ketiga ^n<acol.
Memiliki kata l. yang merupakan kata depan partikel dari kata !aco yang
adalah kata benda umum bentuk feminin tunggal yang merupakan akhiran orang
kedua maskulin tunggal yang mempunyai arti flock
atau sheep artinya berkumpullah, domba-domba. Kata ‘le’ l. Mempunyai arti ‘ untuk’, ‘bagi’ . Kata
benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk
menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua,
menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu,
misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh,
teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat,
menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk
seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan
gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “
welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral,
misalnya, “ this ”, “ wonderful things” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan,
misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan
komponen tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair”.[67]
Kata
keempat ~ymiy" t[;b.vi kata ini t[;b.vi memiliki kata [b;v yang merupakan angka utama yang berbentuk maskulin
tunggal konstruk dalam membangun homonim pertama yang mempunyai arti seven yang
artinya tujuh . Sedangkan kata ini ~ymiy" memiliki
kata ~Ay yang
merupakan kata benda yang umum kemutlakan maskulin jamak yang mempunyai arti day, time
artinya hari,waktu. Jadi kedua kata ini ~ymiy" t[;b.vi
jika di gabung mempunyai arti seven day yang artinya hari ketujuh. Terdapat kata benda berjenis maskulin memberikan
penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya
‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk
suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan
gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[68]
Kata
kelima hy<h.yI
memiliki
kata hyh yang merupakan Kata kerja qal orang ketiga yang tidak sempurna yang
mempunyai bentuk maskulin tunggal yang memiliki arti is shall be yang artinya akan menjadi.[69]
Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi.[70]
kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ;
pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’;
kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek,
misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukans gagasan-gagasan
yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[71] Sedangkan kata ini hyh memiliki arti “ ada, menjadi”. Jadi penulis mengambil
kesimpulan kata ini ialah akan menjadi.
Kata
keenam AMai-~[I memiliki
kata depan, kata benda, feminin, bentuk tunggal, orang ketiga masculine tunggal yang berarti with its dam artinya dengan tanggulnya.
Kata ini juga memiliki kata ~[I yang mempunyai
artinya with yang merupakan kata depan
partikel dari ~a yang mempunyai arti a
mother yang adalah kata
benda umum bentuk tunggal feminin akhiran orang ketiga bentuk maskulin tunggal jika di gabungkan
kedua kata itu mempunyai arti with a
mother artinya dengan seorang ibu. Kata ~a merupakan kata
penghubung yang mempunyai beberapa pengertian, pertama Conditional, dalam
kondisi yang nyata. Kata benda disini
berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis
kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin
dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga
seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau
sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara dan
kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”,
“ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “
faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk
menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful things” ;
ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “
caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya
“ ship”, “ a hair”.[72] kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ;
pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’;
kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek,
misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang
abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[73]
Kata ketujuh ynIymiV.h; ~AYB; memiliki bentuk kata depan yang melekat dengan kata artikel terbatas. kata
benda. maskulin. bentuk tunggal.terbatas. artikel, kata sifat. angka. yang memiliki arti on the eighth day yang artinya pada [atas] hari yang kedelapan.
Kata ini ~AYB juga memiliki kata B. Yang artinya the
yang merupakan kata depan partikel dari kata h; yang merupakan artikel partikel dari kata ~Ay yang
memiliki arti day yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal.mempunyai arti the day artinya hari.sedangkan kata ini ynIymiV.h memiliki kata h; yang artinya the
yang merupakan artikel partikel dari kata ynIymiv. Yang memiliki
arti eighth artinya yang kedelapan yang merupakan nomor urut angka kemutlakan
dari bentuk maskulin tunggal.jadi kedua kata ini di gabung mempunyai
arti the day eighth yang artinya pada
hari yang kedelapan. Terdapat juga kata
benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis
kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis
kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga,
dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old
age’.[74]
Kata kedelapan yli-AnT.Ti berbentuk
qal. imperfect.2. masculine.singular.3.masculine.
bentuk tunggal. akhiran. (!tn).
preposition.1. umum. bentuk tunggal. akhiran. Yang mempunyai
arti you shall give it to me yang
artinya kamu akan memberi ia/nya kepada saya. Kata ini juga yli-AnT.Ti memiliki kata !tn yang merupakan kata kerja
qal dari orang kedua yang tidak sempurna yang memiliki akhiran bentuk maskulin tunggal dari orang ketiga bentuk maskulin tunggal dari
kata l. Yang merupakan akhiran
kata depan partikel orang pertama bentuk
tunggal umum. Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi. Perfek menyatakan
perbuatan yang sudah (= sudah selesai), bentuk kata kerjanya orang ketiga,
jenis maskulin , berbentuk tunggal.[75]
Keluaran
22:30
Demikian juga harus kauperbuat dengan domba-dombamu:
tujuh hari lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi
pada hari yang kedelapan haruslah kaupersembahkan binatang-binatang itu
kepada-Ku.
Keluaran 22:29 , memiliki
aspek-aspek sintaks, penulis menguraikannya sebagai berikut : Kata pertama vd<qo-yven>a;w> memiliki kata konjunktif.
noun,masculine.plural. construct. kata benda. masculin. akhiran. Yang memiliki
arti men consecrated yang artinya
menyucikan orang. Kata ini juga memiliki kata w> yang merupakan partikel penghubung dari kata vya yang artinya man, person, husband, mankind artinya orang [laki-laki], orang, suami, umat
manusia, yang merupakan kata benda
umum masculin jamak constrak dari kata vd,qo yang
artinya apartness, sacredness artinya
terpisah, suci yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk masculin tunggal. Jadi jika di
gabungkan kedua kata ini memiliki arti orang suci atau umat manusia yang suci. Dalam
kata ini juga terdapat kata w>))) yang memiliki
beberapa fungsi. Pertama, co- ordinative, yang diartikan‘ dan’; kedua,
disjunctive, menyatakan kekontrasan; Ketiga, adversative yang berarti ‘ tetapi’
; keempat, alternative, berarti ‘atau’ ; kelima, eplicative, yang dapat di
pahami sebagai ‘ bahkan ’; keenam, pleonastic
dimana berkaitan dengan gaya penulisan; ketujuh, accompaniment, berarti
‘ makna/ arti’; kedelapan, comparative, hanya terdapat dalam puisi; kesembilan,
emphatic, berarti ‘dan terutama; kesepuluh, sarcastic; kesebelas, resumptive, pengenalan apodosis,
keduabelas, adjunctive berarti ’ juga.’ Makna (w>)))) yang tepat dalamm kata ini adalah adjunctive yang
berarti ’ juga.’. tedapat kata vya , yang merupakan kata benda
umum masculin jamak constrak.[76]
Kata
kedua yl !Wyh.T memiliki kata qal , tidak sempurna. Orang
kedua masculine.plural. (hy"h') preposition.orang
pertama umum. bentuk tunggal. Akhiran.Yang mempunyai arti you shall be to me yang artinya kepada saya kamu (akan) menjadi.
Jika di pisahkan kedua kata ini yaitu Kata ini !Wyh.T memiliki kata hyh yang merupakan
kata kerja qal orang kedua
tidak sempurna maskulin biarawati paragogic jamak yang memiliki arti become artinya yang di jadikan.
Sedangkan kata yl memiliki kata l. Yang
merupakan akhiran kata depan partikel orang peretama umum bentuk tunggal. Dalam kata ini Qal merupakan sesuatu keadaan
atau kondisi.[77]
kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ;
pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’;
kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek,
misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang
abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[78] Sedangkan kata ini hyh memiliki arti “ ada, menjadi”. Jadi penulis mengambil
kesimpulan kata ini ialah akan menjadi.
Kata
ketiga rf'b'W memiliki kata konjunktif. kata benda. masculin.singular. yang mempunyai arti therefore any flesh yang artinya oleh
karena itu daging manapun. Kata ini juga memiliki kata w> yang merupakan kata
penghubung partikel
dari kata rf'B yang merupakan kata benda
umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal . Yang mempunyai arti flesh artinya daging. Dalam kata ini
juga terdapat kata w> yang memiliki
beberapa fungsi. Pertama, co- ordinative, yang diartikan‘ dan’; kedua,
disjunctive, menyatakan kekontrasan; Ketiga, adversative yang berarti ‘ tetapi’
; keempat, alternative, berarti ‘atau’ ; kelima, eplicative, yang dapat di
pahami sebagai ‘ bahkan ’; keenam, pleonastic
dimana berkaitan dengan gaya penulisan; ketujuh, accompaniment, berarti
‘ makna/ arti’; kedelapan, comparative, hanya terdapat dalam puisi; kesembilan,
emphatic, berarti ‘dan terutama; kesepuluh, sarcastic; kesebelas, resumptive, pengenalan apodosis,
keduabelas, adjunctive berarti ’ juga.’ Makna (w>)))) yang tepat dalam kata ini adalah accompaniment yang
berarti ‘ makna/ arti. [79] Terdapat juga kata benda
berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis
kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis
kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga,
dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old
age’.[80]
Kata keempat hd<F'B; memiliki
kata preposition.definite.article.noun.masculine.singular. yang
memiliki arti in the field artinya di
(dalam) bidang. Kata ini juga memiliki kata B. yang
merupakan partikel kata depan dari kata h; yang adalah
partikel artikel dari kata hd,f' yang merupakan
kata benda yang umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal.yang
memiliki arti field artinya bidang. The Article memiliki beberapa penjelasan,
pertama, the article is regulary omitted from bound and substantive with
pronominal suffixes; kedua,to indicate
difiniteness when the person or subject has already been mentioned; ketiga to
the article is employed when the object or person is definitive in the thought
of the narrator, thought such words are indefinite in English. Keempat, as in
English, the article is used when and object or a person is a well – known or
recognized fact; kelima, possessive, equivalent to a pronominal suffix;
keenam; Demonstrative, misalnya misalnya
“ this time,”, “ today”,; ketujuh; Distinctive, misalnya “ the true God”, “ the
euphrates”(Gn 31:21); kedelapan, Vocative, misalnya “give aid”, “ my word King
1” (II King 6:26); Kesembilan, relative,: I,e, equivalent to a relative
pronoun: with partriciple, with w
perfect aspect; kesepuluh, Generic, to express clauses, misalnya “ a dog”, “ a
raven”, “ the Canaanites”, “ the righteous”.[81]
Terdapat juga kata benda berjenis maskulin
memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin,
misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata
bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural
menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[82]
Kata
kelima hp'rEj memiliki kata benda. feminin. bentuk tunggal.yang
memiliki arti that is torn by beasts artinya
koyak oleh binatang buas itu. Dalam kata ini juga terdapat kata hp'rej. Yang merupakan kata benda
umum kemutlakan bentuk tunggal feminine. Yang memiliki arti animal torn in pieces by wild animal artinya binatang itu mengoyak terpenggal-penggal oleh binatang buas.
Kata benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk
menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua,
menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu,
misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh,
teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat,
menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk
seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan
gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “
welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral,
misalnya, “ this ”, “ wonderful this” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan,
misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen
tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair”[83]
Kata keenam Wlkeat al merupakan hal negatif.qal.imperfect.
orang kedua masculine.plural.pausal. Yang memiliki arti you shall
not eat artinya kamu [haruslah] tidak makan. Kata ini juga mempunyai kata al{ artinya not artinya bukan yang merupakan particle negative
dari kata lka katakerja qal orang kedua tidak
sempurna maskulin jamak,Yang memiliki arti to
cause to eat artinya untuk menyebabkan untuk makan.
Kata
ketujuh bl,K,l merupakan kata preposition.definite. artikel. kata benda. Maskulin.bentuk tunggal . yang mempunyai arti to the dogs artinya kepada anjing. Kata ini juga memiliki kata l. partikel kata depan dari kata h; (the) yang merupakan particle article dari kata bl,K ( a dog), yang merupakan kata benda
yang umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal. Yang mempunyai arti the a
dog artinya seekor anjing. The Article memiliki beberapa penjelasan,
pertama, the article is regulary omitted from bound and substantive with
pronominal suffixes; kedua,to indicate
difiniteness when the person or subject has already been mentioned; ketiga to
the article is employed when the object or person is definitive in the thought
of the narrator, thought such words are indefinite in English. Keempat, as in
English, the article is used when and object or a person is a well – known or
recognized fact; kelima, possessive, equivalent to a pronominal suffix;
keenam; Demonstrative, misalnya misalnya
“ this time,”, “ today”,; ketujuh; Distinctive, misalnya “ the true God”, “ the
euphrates”(Gn 31:21); kedelapan, Vocative, misalnya “give aid”, “ my word King
1” (II King 6:26); Kesembilan, relative,: I,e, equivalent to a relative
pronoun: with partriciple, with w
perfect aspect; kesepuluh, Generic, to express clauses, misalnya “ a dog”, “ a
raven”, “ the Canaanites”, “ the righteous”.[84]
Jadi dalam kata ini penulis mengambil pengertian dari kesepuluh, Generic, to
express clauses, misalnya “ a dog”, . Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ;
pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’;
kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek,
misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang
abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[85]
Kata
kedelapan Atao !Wkliv.T; memiliki kata hiph'il.
tidak sempurna. Orang kedua maskulin. plural.....direct.object.orang ketiga masculine.suffix.
yang mempunyai arti you shall cast it artinya
kamu akan melempar itu. Kata ini !Wkliv.T juga
memiliki kata $lv yang merupakan kata kerja hiphil orang kedua tidak sempurna maskulin biarawati
paragogic jamak.mempunyai arti to throw artinya
untuk melemparkan. Sedangkan kata Atao memiliki
kata tae yang merupakan akhiran
dari penanda pelengkap penderita partikel
orang ketiga yang maskuliun homonim bentuk pertama tunggal .dan memiliki
arti with (denoting, proximity) artinya
dengan (penandaan, dekatnya). Berbentuk pual berarti “ honorable” ( Kalimat
yang menyatakan pasif dari pada piel sesudah kata kerja)[86].
Ciri khas seluruh pual adalah adanya vocal qibbus di bawah radikal pertama dan
dagesh forte dalam radikal kedua.[87]
Pual dan piel mempunyai beberapa penjelasan, yaitu pertama, as goetze has
demonstrated, the usual description of these theme as “ intensive”, is in
accurate; kedua, Factitive, with stative verbs, misalnya “ honour”, “ fill”;
ketiga, Causative with fientive verbs, misalnya “ teach”; Keempat, Plurative or
repetitive; kelima, Denominative, When verbs are derived from noun; keenam,
Delocutive when verbs are derived from a location; Ketujuh, Privative, misalnya
“clear of stones”[88]
Terdapat juga kata benda berjenis maskulin
memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin,
misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata
bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural
menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[89]
Merelasikan
Keluaran 22:28-30 Menjadi Satu Kalimat
janganlah engkau mengutuki
Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu. Janganlah lalai memberikan hasil buahmu. Yang sulung
dari anak-anakmu laki-laki haruslah engkau mempersembahkanya kepada-Ku. Demikian
juga harus kauperbuat dengan domba-dombamu: tujuh hari lamanya anak-anak
binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari yang kedelapan
haruslah kaupersembahkan binatang-binatang itu kepada-Ku.
BAB IV
TEMUAN TEOLOGIS DAN APLIKASI
Temuan Teologis
Setelah penulis melakukan Eksegese
pada kitab Keluaran 22:28-30, Maka penulis mendapatkan temuan Teologis yaitu
tentang hari Tuhan dimana kita di ajarkan bagaimana menghormati hari itu dengan
tidak mengutuki dan menyumpahi Seorang pemuka bangsa terlebih
mengutuki Allah. Dan Ayat ini juga mengigatkan serta mengajarkan kita dimana pada hari Tuhan itu kita tidak lupa
atau lalai memberikan atau mempersembahkan hasil buah sulung dari hasil
penghasilan kita serta mengajarkan kita cara bagaimana mempersembahkan serta
memilih korban yang terbaik untuk di persembahkan kepada Allah.
Aplikasi
Dalam
kehidupan kita, Sering penulis menjumpai bahwa banyak diantara kita umat
Kristen tidak menghormati hari Tuhan, bahkan pada hari Tuhan itu banyak umat
Tuhan tidak mempersembahkan korban yang terbaik bagi Tuhan dengan
mempersembahkan korban dari buah sulungnya melainkan ada umat Tuhan atau
anak-anak Tuhan pada hari Tuhan itu mereka menggunakannya dengan menyumpahi
seorang pemuka bangsa atau dengan kata lain
menyumpahi pemimpin-pemimpin yang telah Tuhan Percayakan untuk memimpin
bangsa mereka. Bahkan ada juga yang
lebih kejam lagi pada hari Tuhan itu mereka mengutuki Allah.Dan tentu
hal ini membuat Tuhan sangat benci dan Marah.
BAB V
KESIMPULAN
Kitab keluaran 22:28-30 ini memberi
penjelasan kepada kita, untuk menghormati dan menjujung tinggi hari Tuhan
dengan cara mempersembahkan korban yang terbaik bagi Tuhan. Serta tidak lalai dalam memberikan atau mempersembahkan
hasil buah sulung dari hasil penghasilan kita serta mengajarkan kita cara
bagaimana mempersembahkan serta memilih korban yang terbaik untuk di
persembahkan kepada Allah. Ketika kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan maka
Tuhan juga akan memberikan yang terbaik bagi kita, yang penting kita
menghormati serta mempersembahkan korban yang terbaik pada hari Tuhan itu.
[2] J.l Packer,
Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167
[3] Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedi Alkitab
Masa Kini Jilid 1 ( Jakarta: LAI, 2005) 534-535
[4] J.l Packer, Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001),1167
[5]Tekstual adalah suatu
bentuk kritik teks yang diambil berdasarkan sumber-sumber atau bahan-bahan yang
ada. Penulis mengacu kepada teks Ibrani yang adalah teks Masoret yang diambil
dari A. Alt. P. Kahle Ediderat, R. Kittel, Biblia
Hebreica Stuttgartensia. (Jerman: Deutsche BiblegellschaftnStuttgart,
1990), 958. Karena teks Masoret ini mewakili sebuah tradisi kritik teks Yahudi
yang berlangsung lama. BHS memakai kodeks Leningard, yaitu kodeks abad
pertengahan pada tahun 1008 dari tradisi Tiberias. Selain itu, penulis juga
menggunakan perbandingandengan lima kitab dalam terjemahan yang lainnya untuk
membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam teks yang mendekati
dengan bahasa aslinya, yaitu KJV, NIV, BHS, LXX, RSV.
[6]Kata “~AYðB;”
multi= banyak yaitu lebih dari 20
(1/2 Sam. 16-60) kodeks tulisan tangan. Terdapat dalam
teks Pentateukh (Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh
berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918. Selain terdapat dalam teks Pentateukh juga terdapat
dalam terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan raja mesir Ptolomeus
II Filadelfus, 285-246) menurut septuaginta, Venus Testamentum Graecum
auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum (Perjanjian lama
berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga ilmu-ilmu sastra di
kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut belum tersedia,
menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935). Terdapat juga
dalam terjemahan Siria (Pesyitta) yang disusun menurut keselarasan saksi-saksi
SA dan S B. Tedapat juga dalam Targum
(terejemahan teks Ibrani dalam bahasa Aram) menurut A. Sperber, The Bible in Aramaic, jilid I-III,
1959-1962, atau menurut P. de Lagarde, Hagiographa Chaldaiche (Kitab-kitab Suci
berbahasa Aram, 1873). Juga terdapat dalam kodeks tulisan tangan Targum
Pseudo-Yonatan (Targum Yerusalem I) menurut M.Ginsburger, Pseudo Yonatan adalah kata b;W.
[7] Kata “^n<+acol.” Terdapat dalam
teks Pentateukh (Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh
berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918. Selain terdapat dalam teks
Pentateukh juga terdapat dalam terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena
menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan
raja mesir Ptolomeus II Filadelfus, 285-246) menurut septuaginta, Venus
Testamentum Graecum auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum
(Perjanjian lama berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga
ilmu-ilmu sastra di kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut
belum tersedia, menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935). Terdapat juga
dalam terjemahan Siria (Pesyitta) yang disusun menurut keselarasan saksi-saksi
SA dan S B.
Terdapat juga dalam Targum Pseudo-Yonatan (Targum Yerusalem I) menurut
M.Ginsburger, Pseudo Yonatan. Terdapat juga dalam terjemahan Latin Vulgata
(yang tersebar umum), yang diterjemahkan oleh Hieronymus (345-420) dari bahasa
Ibrani kedalam bahasa Latin (dari 390-405 di Betlehem), (menurut Biblia Sacra iuxta Latinam Vulgatam terbitan
Pertapaan Benediktin St. Hieronimus di Roma [sejak 1926], atau, bila kitab
tertentu belum terbit dalam edisi ini maka dipakai M. Hetzenauer, Biblia Sacra Vulgatae [1922]). l)W terdapat dalam
terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan raja mesir Ptolomeus
II Filadelfus, 285-246) murut septuaginta, Venus Testamentum Graecum
auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum (Perjanjian lama
berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga ilmu-ilmu sastra di
kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut belum tersedia,
menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935) + kai to. u,pozugio,n sou.
[8] Kata “hd<ÛF'B;” terdapat dalam Versiones Omnes vel plurimae (semua
terjemahan-terjemahan atau yang terbanyak).
[9] Kata “bl,K,Þl;” terdapat dalam teks Pentateukh
(Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh
berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918, adalah kata %leîV.h;.
[10] Kata “yLi(-!T,Ti” berasal
dari Kata “!tn” merupakan kata kerja qal orang ke dua maskulin tunggal yang memiliki arti “memberi”.; KJV dan NIV
memakai kata “Give” yang berarti “ memberikan”; LXX memakai kata “dw,seij” yang berarti “untuk memberi”; LAI memakai kata “persembahkan”. Jadi penulis memakai terjemahan dari KJV, NIV dan LXX karena memiliki
kesamaan arti dengan kata “yLi(-!T,Ti” yang berarti “memberi”.
[11]Kata “^ït.a'lem.”
berasal dari kata “ha'lem.” kata benda feminim
tunggal yang memiliki bentuk umum yang memiliki akhiran orang kedua maskulin
tunggal, yang memiliki arti “kepenuhan”, jadi kata “^ït.a'lem.” memiliki arti “hasil penuh”; KJV
memakai kata “first of thy” yang berarti “pertama dari milikmu” (kata tersebut tedapat pada ayat
29); NIV memakai kata “granaries” yang berarti
“lumbung” (kata tersebut tedapat pada ayat 29); LXX memakai kata “avparca.j” yang berarti “buah pertama”; dan LAI memakai kata
“yang sulung”. Jadi, penulis memakai
terjemahan dari KJV karena memiliki arti yang
mendekati kata “^ït.a'lem.”.
[12] Kata “^ß[]m.dIw>”
berasal
dari kata “w” merupakan
partikel penghubung
“[m;D"” kata benda maskulin tunggal dengan akhiran orang ke dua ,
jadi kata ini yang memiliki arti” buahnya”; KJV
memakai kata “ripe fruits” yang berarti ”buah yang matang”; NIV
memakai kata “offerings” yang berarti “sesaji”; LXX memakai kata “avparca.j ” kata benda feminim jamak dari avparch yang berarti “buah-buah” ; dan LAI memakai kata “hasil”. Jadi penulis
memakai terjemahan dari LAI karena memiliki arti yang mendekati “^ß[]m.dIw”.
[13]
Kata “^yn<ßB'” berasal dari kata “!Be”
kata benda umum jamak dan mempunyai orang kedua dalam
bentuk homonim tunggal . yang
memiliki arti “ putera”; KJV memakai kata “of thy sons shalt ” yang berarti “
para putra milikmu”; NIV memakai kata “of your sons.” Yang berarti “ para
puteramu”; LXX memakai kata “prwto,toka “Kata sifat yang normal dan kata sifat yang netral yang bersifat
jamak dari prwto,tokoj yang berarti “ anak sulung ”; LAI memakai kata “Yang sulung dari anak-anakmu
lelaki ” . jadi penulis memutuskan memakai terjemahan
dari LAI karena memiliki arti yang mendekati
Kata “^yn<ßB'”
selain itu karena mudah dimengerti.
[14] Kata “rxE+a;t” berasal dari kata “rxa ” kata kerja orang kedua memiliki bentuk feminim tunggal, yang memiliki arti
“mengandung” ; KJV memakai kata “to offer” yang
berarti “ untuk menawarkan” ; NIV memakai
kata “give” yang berarti “memberi”; LXX memakai kata “a[lwnoj” Kata benda genitive umum yang mempunyai bentuk tunggal feminim dari a[lwn yang
berarti “menebah ”; dan LAI
memakai kata “mempersembahkan”. Jadi penulis
memutuskan memakai terjemahan
dari LAI karena memiliki arti yang mendekati “rxE+a;t”.
[15] Kata “hf,î[]T;-!KE)”
berasal dari kata “!Ke ” merupakan homonim dari kata “hf[”kata
kerja orang kedua tunggal homonim , yang memiliki arti “ jadi,
membuat”. KJV memakai kata “ Likewise ” yang berarti “demikian juga” (kata tersebut
terdapat pada ayat 30 );LXX memakai kata “poih,seij” yang merupakan kata
kerja bersifat orang kedua tunggal dari
poie,w yang artinya “ membuat”; LAI memakai kata “ demikian juga”. Jadi penulis
memakai terjemahan dari LXX karena memiliki arti yang mendekati kata “^ït.a'lem.”.
[16] Kata ini “hy<åh.” merupakan
kata kerja orang ketiga tunggal yang artinya
“ become” artinya ; yang di
jadikan ,( KJV, NIV,LXX, tidak terdapat masalah kpd 3 kitab trsbut)
[17] Kata ini “AMêai-~[” berasal dari kata” ~[I yang merupakan kata depan
partikel ~ae yaitu kata benda umum bentuk feminine
orang ketiga tunggal yang berarti .”dengan ”; KJV memakai kata “ with your sheep”yang
artinya “ dengan domba-dombamu ”; NIV memakai kata “with their mothers” yang artinya dengan para ibu mereka ” ( LXX dan LAI tidak terdapat
masalah); Jadi penulis memakai
terjemahan dari KJV karena memiliki arti yang mendekati kata “AMêai-~[” ”
[18]
Kata ini “t[;Ûb.vi ”berasal dari kata “[b;v,” yang merupakan angka utama bentuk tunggal untuk membangun
yang memiliki arti “ ketujuh” ; KJV, NIV dan LAI memakai kata “ seven
days” yang memiliki arti “tujuh hari”LXX memakai kata “e`pta.” Yang memiliki arti “ketujuh ”. Jadi
penulis memakai terjemahan dari KJV, NIV,
dan LAI karena memiliki arti yang
mendekati kata “t[;Ûb.vi ”
[19] Kata ini “[19]‘~ymiy”
berasal dari kata ~Ay yang merupakan kata benda bentuk umum jam yang mempunyai arti “ hari
atau waktu” KJV,NIV, memakai kata “day” yang artinya “ hari. “LXX
memakai kata “h`me,raj” yang artinya “ suatu hari”; LAI memakai kata “ hari ”. Jadi
penulis memakai terjemahan dari KJV, NIV,
dan LAI.
[20] Kata ini “^n<+acol.” Berasal dari kata “l” kata partikel dari “!aco” yang merupakan kata
benda feminine tunggal yang membangun orang kedua tunggal. Yang memiliki arti “berkumpul ”; KJV memakai
kata “accomplish” yang artinya “ memenuhi”; NIV memakai kata “ stay with” yang
memberi arti “menginap di rumah” LAI memakai kata ” kaupersembahkan ”.
jadi penulis memakai terjemahan dari KJV
karena memiliki arti yang mendekati kata “^n<+acol.” .
[22] J.l Packer,
Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167
[23] J.l Packer,
Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167
[24] Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedi Alkitab
Masa Kini Jilid 1 ( Jakarta: LAI, 2005) 534-535
[25] J.l Packer, Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001),1167
[26]Samuel J.
Schultz,Pengantar Pertjanjian Lama,
Taurat dan Sejaterah Kejadian- Ester ( Malang
: Gandum Mas, 1993) 27
[28].Samuel
J. Schultz,Pengantar Pertjanjian Lama,
Taurat dan Sejaterah Kejadian- Ester ( Malang
: Gandum Mas, 1993) 27
[29] Samuel J. Schultz,Pengantar
Pertjanjian Lama, Taurat dan Sejaterah Kejadian-
Ester ( Malang : Gandum Mas, 1993) 27
[30] J.l Packer,
Merrill C. Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible
Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167
[45] Hebert
Wolf, Pengenalan Pentateukh ( Malang
: Yayasan Gandum Mas, 1998).169
[46] Yayasan
Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedia Alkitab Masa Kini jilid1 ( Jakarta: LAI, 2005) 536
[66] John joseph owens, Anaytical Key
To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds,
Michigan : Baker Book House ,1989) 337
[69] John joseph owens, Anaytical Key
To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds,
Michigan : Baker Book House ,1989) 337