Jumat, 24 Mei 2013


BAB I
PENDAHULUAN

            Kitab keluaran adalah kitab sejarah deskriptif narasi ( 5 kitab Musa). Karena kitab keluaran merupakan kitab yang melanjutkan kisah yang di mulaikan dalam kejadian. Dan Judul kitab keluaran ini juga di ambil dari sari kata Yunani exodus ( judul yang di pakai dalam septuaginta, yaitu di PL dalam bahasa Yunani) yang artinya “keluaran” atau “ keberangkatan.” Kitab keluaran ini disebut kitab sejarah deskriptif narasi karena kitab ini menunjukan kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambahaan di Mesir oleh Allah dan Keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat Allah.[1]
            Kitab Keluaran ini juga merupakan kitab kedua dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama dan terdiri dari 40 pasal.Kritik sastra mengakui bahwa setiap karangan dalam kitab keluaran memakai sumber,tapi hal ini tidaklah  membuktikan adanya beberapa penulis. Kriteria yang di pakai kritik sastra untuk  memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian potongan, sekarang sudah diakui tidak bernilai. Pandangan  Yahudi sejak zaman Yosua yang di indahkan oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah bahwa keluaran merupakan kerja Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh kitab keluaran sendiri. Tidak ada bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan pandangan ini. Dalam naskah Kitab Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin, tapi hanya sedikit: misalnya huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua kali), haplografi ( seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali saja). [2]

            Kitab Keluaran ini di mulai dengan catatan ringkas tentang keturunan Israel, sebagai jembatan peralihan dari kejadian, lalu mencatat keresahan yang timbul pasa pihak Mesir melihat laju pertambahan jumlah orang Israel melatarbelakanggi kelahiran Musa dan di besarkannya dia si istana Firaun, dan  menjadi tokoh besar kedua dalam sejarah Bangsa Israel.[3]
           Peristiwa keluaran merupakan salah satu  kitab dari Pentateukh. Berdasarkan perkiraan kasar, Narasi Pentateukh itu sendiri bermula dari panggilan Abram ( kejadian 12 ) sampai kematian Musa ( Ulangan 34) dapat di tetapkan pada zaman perunggu Tengah dan Zaman Perunggu Akhir dari Sejarah Timur Dekat Kuno. Atas dasar rangkaian kesatuan kronologis ini berarti bahwa zaman para leluhur berlangsung kira-kira dari tahun 2000 sampai tahun 1600 SM, sementara  Musa dan keluaran itu sendiri si tetapkan tanggalnya sekitar tahun 1500 sampai 1200 SM ( pilihan tanggal yang paling dini [ abad ke-15 SM] dan paling akhir [ abad ke-12 SM] di berikan untuk peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir).[4]     







BAB II
EKSEGESE KELUARAN 22:28:31
Analisa Tekstual[5]  Dan  Terjemahan


`yLi(-!T,Ti ^yn<ßB' rAkðB. rxE+a;t. al{å ^ß[]m.dIw> ^ït.a'lem. 28
 [6]~AYðB; AMêai-~[i hy<åh.yI ‘~ymiy" t[;Ûb.vi [7]^n<+acol. ^ßr>vol. hf,î[]T;-!KE) 29
`yli(-AnT.Ti ynIßymiV.h;
 Wlkeêato al{å ‘hp'rEj. [8]hd<ÛF'B; rf'’b'W yli_ !Wyæh.Ti vd<qoß-yven>a;w> 30
 !Wkïliv.T; [9]bl,K,Þl;
Terjemahan Penulis
28 janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu.
29 Janganlah lalai memberikankan[10] hasil[11] buahmu[12]. Yang sulung dari anak-anakmu laki-laki[13] haruslah kau mempersembahkanya[14] kepada-Ku.
30 Demikian juga[15] harus kauperbuat[16] dengan domba-dombamu[17]: tujuh[18] hari[19] lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari yang kedelapan haruslah kaupersembahkan[20] binatang-binatang itu kepada-Ku.
31 Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang       oleh binatang buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing.





GENRE, BENTUK, DAN SKEMA

GENRE
            Kitab keluaran adalah kitab sejarah deskriptif narasi ( 5 kitab Musa). Karena kitab keluaran merupakan kitab yang melanjutkan kisah yang di mulaikan dalam kejadian. Dan Judul kitab keluaran ini juga di ambil dari sari kata Yunani exodus ( judul yang di pakai dalam septuaginta, yaitu di PL dalam bahasa Yunani) yang artinya “keluaran” atau “ keberangkatan.” Kitab keluaran ini disebut kitab sejarah deskriptif narasi karena kitab ini menunjukan kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambahaan di Mesir oleh Allah dan Keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat Allah.[21] Kitab Keluaran merupakan kitab kedua dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama dan terdiri dari 40 pasal.Kritik sastra mengakui bahwa setiap karangan dalam kitab keluaran memakai sumber,tapi hal ini tidaklah  membuktikan adanya beberapa penulis. Kriteria yang di pakai kritik sastra untuk  memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian potongan, sekarang sudah diakui tidak bernilai. Pandangan  Yahudi sejak zaman Yosua yang di indahkan oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah bahwa keluaran merupakan kerja Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh kitab keluaran sendiri. Tidak ada bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan pandangan ini. Dalam naskah Kitab Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin, tapi hanya sedikit: misalnya huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua kali), haplografi ( seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali saja). [22]

BENTUK
Konteks Kultural- Historis Umum
 Secara umum, Kritik sastra mengakui bahwa setiap karangan memakai sumber,tapi hal ini tidaklah  membuktikan adanya beberapa penulis. Kriteria yang di pakai kritik sastra untuk  memotong-motong kitab keluaran menjadi sekian potongan, sekarang sudah diakui tidak bernilai. Pandangan  Yahudi sejak zaman Yosua yang di indahkan oleh Tuhan dan di terima oleh gereja, ialah bahwa keluaran merupakan kerja Musa. Itulah juga kesan yang di berikan oleh kitab keluaran sendiri. Tidak ada bukti nyata filologi yang tidak cocok dengan pandangan ini. Dalam naskah Kitab Keluaran terdapat beberapa kesalahan salin, tapi hanya sedikit: misalnya huruf-huruf yang hilang, ditografi ( di tulis dua kali), haplografi ( seharusnya di tulis dua kali, tapi di tulis hanya satu kali saja). [23]
Kitab Keluaran mulai dengan catatan ringkas tentang keturunan Israel, sebagai jembatan peralihan dari kejadian, lalu mencatat keresahan yang timbul pasa pihak Mesir melihat laju pertambahan jumlah orang Israel melatarbelakanggi kelahiran Musa dan di besarkannya dia si istana Firaun, dan  menjadi tokoh besar kedua dalam sejarah Bangsa Israel.[24]
           Peristiwa keluaran merupakan salah satu  kitab dari Pentateukh. Berdasarkan perkiraan kasar, Narasi Pentateukh itu sendiri bermula dari panggilan Abram ( kejadian 12 ) sampai kematian Musa ( Ulangan 34) dapat di tetapkan pada zaman perunggu Tengah dan Zaman Perunggu Akhir dari Sejarah Timur Dekat Kuno. Atas dasar rangkaian kesatuan kronologis ini berarti bahwa zaman para leluhur berlangsung kira-kira dari tahun 2000 sampai tahun 1600 SM, sementara  Musa dan keluaran itu sendiri si tetapkan tanggalnya sekitar tahun 1500 sampai 1200 SM ( pilihan tanggal yang paling dini [ abad ke-15 SM] dan paling akhir [ abad ke-12 SM] di berikan untuk peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir).[25]    
           Para leluhur  Israel muncul dari kebudayaan Mesopotamia yang didirikan oleh Bangsa sumeria, tetapi  dibentuk ulang oleh dinasti-dinasti Semit Sargon dari akhad yang menaklukan dan menerima peradaban Sumeria yang mengalami kehancuran pasa sekitar tahun 2400 SM. Kerajaan Sumeria dan akhad kemudian di pengaruhi oleh penyusupan orang Amori yang terus Menerus sari Utara dan Barat dan orang-orang Elam sari Timur.[26]
            Orang Mesir merupakan kelompok Bangsa yang paling menonjol yang paling menonjol I yang membentuk latar belakang sejarah pentateukh. Abraham jarang sekali berhubungan dengan dengan negeri  Mesir, tetapi pada akhirnya seluruh marga Yakub pindsah dan Bermukim di daeraj Delta sungai Nil. Umat Ibrani  selanjutnya  tinggal di Mesir selama beberapa abad, berkembang biak menjadi  satu” Bangsa Besar “ sementara pada waktu yang sama secara menyeluruh menyesuaikan diri  kepada kebudayaan Mesir .
            Untuk melihat latar belakang Sejarah Israel lebih dalam lagi, maka kita akan memulainya dari Mesir, karena kemunculan bangsa Israel memiliki kaitan erat  dengan Bangsa Mesir. Mesir adalah salah satu pusat peradaban yang paling maju ketika bangsa Israel  mulai muncul sebagai suatu Bangsa. Kerajaan yang baru itu berdiri kira-kira abad ke XVI SM setelah mengusir bangsa  Hykso yang telah ,menduduki  Mesir sealama hamper dua abad. Kira-kira dari abad 1550-1100 SM mesir menjadi kerajaan yang jaya. Salah seorang pemimpin militernya yang besar ialah Thutmo[27]sis III (1500-1450 ). Berkali-kali ia memimpin tentaranya melalui Palestina atau mengarungi Laut Tengah untuk memperluas daerah kekuasaan Mesir sampai ke sungai Efrat. Ia serin g di banding kan dengan Alexsander Agung  atau Napoleon. [28]
                 Pemahaman kita tentang Keluaran Umat Ibrani menjadi semakin rumit oleh pertimbangan-pertimbangan geografis, rute yang tepat dari umat Ibrani ketika melintasi padang gurun dan letaknya Gunung Sinai masih belum di ketahui dengan  pasti. Tiga pilihan sudah di ajukan untuk rute keluaran yang di tempuh oleh umat Ibrani : teori rute Sinai paling utara, teori rute Tengah,m dan teori rute Sinai tradisional di Selatan.Dari ketiga teori, yang paling banyak di anut orang adalah teori rute selatan yang Tradisional, karena peristiwa keluaran yang masih dapat menampung semua informasi alkitabiah dan geografis yang di ketahui dengan sangat menyakinkan. [29]
Konteks Kultural - Historis Khusus
            Kitab keluaran merupakan salah satu  kitab dari Pentateukh. Kitab keluaran memiliki judul asli“ exodus”, berasal dari kata Yunani yang berarti “ keberangkatan” atau “pergi keluar”. Nama Ibrani bagi kitab ini terdapat dalam frase yang pertama,”Inilah nama-nama,” atau We’alleh Shemoth.[30] Mengenai kepenulisan kitab ini, Musa adalah tokoh dalam kitab ini, Juga pengarangnya. Tetapi para pakar memperdebatkan penanggalan terhadap beberapa kejadian yang di tetapkan oleh Musa.
            Kitab “ Keluaran” adalah kitab yang kedua dari lima kitab ( Kejadian, keluaran, Imamat, bilangan, ulangan) yang merupakan kitab pentateukh, bagian pertama dan utama dari perjanjian Lama. Pasa Zaman Yesus dan Rasul-rasulNya, orang Yahudi berpendapat, bahwa kelima kitab ini adalah karangan Musa Sendiri.Anggapan ini tidak dapat dipertahankan. Sebenarnya kitab Taurat itulah hasil perkembangan yang lama, yang baru selesai sesudah masa pembuagan di Babel. Tetapi Roh Kudus yang telah memimpin Musa ( Bil 11:17,25), juga memimpin perkembangan ini sampai kepada penyusunan yang penghabisan, sehingga tidak ada perbedaan, apakah Musa sendiri mengarang dan menyusun kitab ini ataukah pengikut-pengikutnya. Mereka semuanya mendengarkan dan meneruskan suara Allah.[31]
            Peristiwa-peristiwa utama yang di catat dalam kitab ini adalah berhubungan dengan Mesir dan Sinai dan keduanya merupakan titik pusat kitab ini. Dan Sinai di pandang sebagai tujuan yang pertama.[32]Kitab keluaran juga mengisahkan lahirnya Israel sebagai suatu Bangsa. Kitab ini merupakan  sebuah epik yang di dominasi  oleh Musa, tokoh utamanya. Dialah yang memimpin orang Israel keluar dari Mesir, Sehingga kitab itu disebut “ Keluaran” ( Exodus). Hukum-hukum-Nya( Taurat). Kitab tersebut dapat di bagi menjadi dua bagian.[33]
1.      Keluarnya Israel dari perbudakan di Mesir (pasal 1-19)
2.      Pemerintah Hukum taurat dan pembuatan “ Tabernakel”( Kemah Allah) di Sinai ( pasal 20-40).
Kitab keluaran di mulai dengan berkembangnya suku-suku Ibrani di Mesir.[34] Kitab keluaran  diatur kedalam tiga kumpulan materi cerita yang didasarkan pada urutan lokasi geografis  bagi Israel sewaktu mereka mengadakan perjalanan dari Mesir ke Gunung Sinai. Sebagai Tema, maka kelepasan orang Ibrani oleh Yahwe dari perbudakan  di Mesir sebagaimana di ceritakan dalam kitab Keluaran menghubungkan kelepasan Marga Yakub oleh Yusuf ( kejadian 46-50) dan kelepasan bangsa Israel oleh Musa menuju keperbatasan Israel negeri perjanjian ( Bilangan dan ulangan). Keluaran sebagai kitab penebusan Yahwe akan umat perjanjianNya melengkapi kejadian sebagai kitab pengukuhan kovenan dan mengantisipasi Imamat sebagai kitab kekudusan bagi umat perjanjian.[35] Bahasan dan isi kitab kitab keluaran ini juga memuat tanda-tanda peralihan yang di sengaja yang menunjukan bahwa kisah-kisah kejadian, keluaran,Imamat, harus di baca bersamaan sebagi dokumen yang Menyatu.[36]
Bagian I menceritakan hukuman terhadap Mesir dan kelepasan Israel dari perbudakan.pertama-tama yaitu Musa di perkenalkan  sebagai alat Allah untuk mewujudkan pelepasan umat Ibrani, dan kemudian ia di lengkapi untuk menunaikan tugas itu.Sebelum Musa dapat melepaskan Israel dari Mesir dan Membawa pada pengesahan konvenan dengan Yahwe di Sinai,yaitu ia harus memenuhi persyarata-persyaratan konvenan Allah yang terdahulu untuk keluarga sendiri.( bdg. 4:18-26).[37]
Bagian II menjekaskan bagaimana Yahwe mengubah sekumpulan besar bekas budak menjadi “harta kesayangannya”sebagai perjanjianNya, melalui persetujuan konvenan di Sinai (19:16). Bentuk perjanjian ini merupakan suatu cara yang biasa di lakukan oleh penguasa yang memerintah untuk menuntut ketaatan dari negara-negara taklukan dengan mengikat Negara bawahan itu melalui berbagi persyaratan perjanjian  yang di tetapkan.[38]
Bagian III memberikan rincian  kemah Suci Yahwe dan peralatan di dalamnya. Kehadiran  Allah ditengah-tengah Israel di tetapkan melalui kemah pertemuan (25:8). Penyembahan berhala dan pemberontakan Mesir yang di hukum oleh Yahwe dalam Keluaran di sejajarkan oleh anak lembu Emas yang terjadi pada waktu Israel berkemah di Sinai.Murka Yahwe di cegah oleh doa syafaat Musa untuk Israel dan kemurahan Allah memungkinkan pembaharuan  Konvenan itu ( bdg. 32:11-34:17).[39]
Latar Belakang Penulisan Kitab Keluaran
Menurut tradisi Yahudi dan Kristen, Musa menulis kitab Keluaran atas perintah Allah dalam hubungannya dengan pengalaman kovenan Israel bersama Yahwe di Sinai (bdg. 17:14; 24:4;34:27) Beberapa pakar beranggapan bahwa Musa hanya menulis bagian-bagian utama dari keluaran dan beberapa tambahan tertentu telah di buat oleh editor-editor di kemudian hari ( misalnya, Silsilah dalam 6:24-27).[40]

Tujuan Penulisan Kitab Keluaran
            Secara Historis kitab keluaran bertujuan untuk pelestarian kisah-kisah yang menjelaskan bagaimana umat Israel sampai menjadi Budak di Mesir, kelepasan mereka, serta kehadiran mereka di gunung Sinai. Cerita kitab ini menghubungkan kisah-kisah para bapa leluhur dengan bangsa teokratis yang menaklukan Kanaan (bdg 6:4)[41]
            Tujuan Teologis pokok dari kitab keluaran yaitu penyataan diri Allah.Allah tidak hanya mengingat janji-janji kovenanya kepada Bapa leluhur Ibrani, tetapi sekarang sudah menyatakan diri-Nya kepada Israel sebagai Yahwe ( 6:2-3). Penyataan Yahwe ini terjadi dalam berbagai menifestasi, hasil akhirnya yaitu  Ia akan mengambil Israel sebagai UmatNya dan Ia akan menjadi Allah Mereka.(6:7).[42]
            Tujuan didaktik dari kitab ini meliputi petunjuk-petunjuk mengenai pentingnya memelihara hubungan konvenan denganm Yahwe dan pentingnya Taurat-Nya sebagai Sarana untuk membentuk dan memelihara jati diri Israel sebagai umat Yahwe ( 23:20-23).[43]
Keluaran juga di tulis untuk memberikan laporan tentang tindakan-tindakan Allah yang bersejarah dan bersifat menebus sehingga Israel di bebaskan dari Mesir, di tetapkan sebagai bangsa pilihanNya, dan di beri penyataan tertulis mengenai perjanjian-Nya dengan mereka. Kitab ini juga di tulus juga sebagai mata rantai yang teramat penting dalam keseluruhan  penyataan diri Allah yang bertahap-tahap yang mencapai puncaknya di dalam diri Yesus  Kristus dan dalam PB.[44]
Pemahaman Terhadap Konteks Dekat
Tema yang terdapat dalam konteks dekat di kitab keluaran  para penerjemah Perjanjian Lama ke dalam bahasa yunani, memberi Nama “ Exodus” kepada kitab kedua pentateukh ini.[45] Judul sangat bagus karena memiliki arti “Keluar” atau “ Keberangkatan” setelah satu periode perbudakan yang sangat keras bangsa Israel. Kitab ini memiliki kerangka kronologisnya yang hanya di berikan secara umum, selaras dengan cara Ibrani melihat sejarah, yaitu sebagai deretan peristinwa, jadi bukan sebagai deret tanggal.[46]Dalam PB di katakan bahwa Tuhan Yesus Kristus menggenapi “Keluaran” yang terakhir, yaitu pelepasan yang sungguh-sungguh ( Ibrani 13:13)[47]
Struktur sastra Kitab keluaran, seperti kejadian begitu pula keluaran merupakan suatu campuran berbagai ragam sastra, berisi materi cerita,puisi, hukum dan kultus ( ibadah, upacara, keagamaan).[48]Kitab keluaran adalah kitab kedua di dalam urutan kitab, kitab ini terbagi dalam 40 pasal. Isi kitab keluaran 40: 34-38 menceritakan mengenai :


Skema
I.                   Israel di Mesir ( 1-12)
a.       Perbudakan (1)
b.      Kelahiran, Kehidupan awal, dan panggilan Musa (2-4)
c.       Penindasan Firaun atas Israel (5:1-6:13)
d.      Silsilah ( 6:14-27)
e.       Berbagai tulah dan paskah ( 6:28-6:13)
II.                Perjanjian dari Mesir ke sianai ( 12-18)
a.       Keluar dari Mesir ( 12: 37-14:31)
b.      Nyanyian Musa ( 15:1-21)
c.       Padang gurun Syur ( 15: 22-27 )
d.      Padang Gurun Sin (16)
e.       Gunung Batu di Rafidim ( 17)
f.       Yitro dan Musa (18)
III.             Kovenan ( perjanjian) dan hukum taurat di Sinai
a.       Sepuluh hukum ( 20:1-17)
b.      Undang-undang Konvenan (20:18-23:33)
c.       Pengesahan Konvenan (24)
d.      Kemah suci ( 25-40).[49]







BAB III
TAFSIR  KELUARAN 22:28-30

Keluaran 22:28
janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu.

            Pada kitab keluaran 22:28 , memiliki aspek-aspek sintaks, penulis menguraikannya sebagai berikut :  Kata pertama  ^t.a'lem.  berbentuk kata benda  yang melekat dengan kata benda, feminim bentuk tunggal, construct  yang memiliki akhiran orang kedua maskulin tunggal yang memiliki arti ‘from  the fullness  of  your harvest  yang artinya dari kepenuhan menjadi kesempurnaan .[50]  Kata benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful this” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair[51]Makna yang tepat dalam kata ini yaitu “ kata keempat,  yang menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”;” berarti  juga Bangsamu. Terdapat kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[52] Kata ini Merujuk pada oknum Allah yang sempurna.
            Kata kedua ^[]m.dIw>  memiliki kata w pada awal kata kerja sebagai  penghubung partikel  Dari kata  [m;D yang mempunyai arti juice artinya sari buah. Dalam kata kedua ini terdapat kata benda umum bentuk tunggal, masculin dan  akhiran  orang kedua masculin bentuk tunggal. Terdapat waw  w  yang berada di depan kata kerja dan mempunyai fungsi khusus, yang mengubah tense kata kerja tersebut ( waw konsekutif).[53] Kata kedua ini juga Yang mempunyai arti ‘and from the out flow of your presses’yang artinya dan dari luar arus tekanan mu.[54] Kata benda maskulin  tidak memiliki ciri tertentu yang menunjukan jenis kelaminnya. Namun sebutan untuk manusia dan  binatang tentu mengikuti jenis kelaminnya yang alamiah, misalnya laki-laki, suami, putra dsbg.[55]
            Kata ketiga  rxea;t al pada awal kata  memiliki kata  ali yang merupakan partikel negative atau larangan yang mempunyai arti jangan, bukan, tidak. [56] . larangan Ilahi. larangan yang di ucapkan  oleh Tuhan sendiri kemudian kata  rxa yang merupakan kata kerja piel orang kedua imperfeck yang mempunyai bentuk maskulin tunggal.Yang artinya ‘ you shall not delay’ artinya haruslah tidak menunda[57]. Piel menggambarkan suatu tindakan yang di lakukan dengan lebih tegas atau secara berulang-ulang[58] Imperfeck menyatakan perbuatan yang belum sempurna atau belum selesai. Ini adalah kata kerja dasar di tambah awalan dan akhiran yang menyatakan subyeck, bentuk kata kerja orang ke-2, jenis maskulin,
            Kata kempat ‘^yn<B' rAkB.’  Diawal kata terdapat kata rAkB.  Merupakan kata benda  umum bentuk tunggal maskulin construct. Kemudian terdapat juga kata  ^yn<B' dari kata !Be yang merupakan  kata benda umum maskulin  jamak untuk membangun akhiran  orang kedua maskulin homonim bentuk tunggal satu.mempunyai arti ‘the first born of your sons’.yang artinya anak sulung  milik putra mu.[59]  Kata <B' dari kata !Be artinya anak laki-laki, putera, keturunan.
            Kata kelima .yLi-!T,Ti memiliki kata !tn  yang merupakan kata kerja qal orang kedua imperfek  bentuk maskulin  tunggal   Ed:Wts  membaca L dengan cara yang berbeda l. yang mempunyai akhiran kata depan partikel  orang pertama umum bentuk tunggal Ed:Wts membaca L dengan cara yang berbeda.Mempunyai  artinya ‘ you shall give to me’ artinya kamu akan memberi kepada ku.[60] Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi. Perfek menyatakan perbuatan yang sudah ( = sudah selesai), bentuk kata kerja orang kedua, jenis maskulin , berbentuk jamak.[61]

Keluaran 22:29

Janganlah lalai memberikan hasil buahmu. Yang sulung dari anak-anakmu laki-laki haruslah kau mempersembahkanya kepada-Ku.

                Keluaran 22:29 , memiliki aspek-aspek sintaks, penulis menguraikannya sebagai berikut : Kata pertama hf,[]T;-!Ke ,memiliki kata awal !Ke yang merupakan partikel homonim kata keterangan kedua dari kata  hf[ yang artinya “membuat”  kata ini merupakan kata kerja qal imperfek orang kedua maskulin homonim bentuk tunggal pertama yang mempunyai arti ‘ you shall do likewise’ artinya demikian juga kamu akan melakukan.[62] Atau haruslah kamu mempersembahkan. Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi.[63] Kata kerja imperfeck menyatakan perbuatan yang belum selesai atau sempurna.[64]

            Kata kedua ^r>vol. memiliki kata  l. yang merupakan kata depan.  Diantara preposisi atau Kata depan, lamedlah( l) yang sering di pakai dalam arti yang berbeda-beda, sehubungan dengan sintaksis eksegesis tetapi arti yang biasa ialah:  “ karah, ,kepada” “untuk”, “menyangkut”  “sehubungan dengan”. [65]kata depan diatas merupakan  partikel  dari kata rAv  yang adalah kata benda  umum bentuk  maskulin tunggal construct akhiran  orang kedua  yang maskulin bentuk tunggal.  Kata ini mempunyai arti “ with your oxen ” artinya dengan banteng-banteng mu.[66] Jadi kalau penulis menyatukan dengan kata pertama maka artinya haruslah kamu mempersembahkan yang di maksud dengan yang di persembahkan itu adalah banteng-bantengmu. Jadi penulis menyatukan kalimatnya menjadi haruslah kamu mempersembahkan banteng-bantengmu.
            Kata ketiga ^n<acol.  Memiliki kata l. yang merupakan kata depan partikel dari kata !aco yang adalah kata benda umum bentuk feminin tunggal yang merupakan akhiran orang kedua maskulin tunggal yang mempunyai arti flock atau sheep artinya berkumpullah, domba-domba. Kata ‘le’  l.  Mempunyai arti ‘ untuk’, ‘bagi’ . Kata benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful things” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair”.[67]

                        Kata keempat  ~ymiy" t[;b.vi kata ini t[;b.vi memiliki kata [b;v yang merupakan angka utama yang berbentuk maskulin tunggal konstruk dalam membangun homonim pertama yang mempunyai arti seven yang artinya tujuh . Sedangkan kata ini ~ymiy" memiliki kata  ~Ay yang merupakan kata benda yang umum kemutlakan  maskulin jamak yang mempunyai arti day, time artinya hari,waktu. Jadi kedua kata ini ~ymiy" t[;b.vi jika di gabung mempunyai arti seven day yang artinya hari ketujuh. Terdapat kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[68]

                        Kata kelima  hy<h.yI  memiliki kata hyh yang merupakan Kata kerja qal  orang ketiga yang tidak sempurna yang mempunyai bentuk maskulin tunggal yang memiliki arti is shall be yang artinya akan menjadi.[69] Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi.[70] kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukans gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[71]  Sedangkan kata ini hyh memiliki arti “ ada, menjadi”. Jadi penulis mengambil kesimpulan kata ini ialah akan menjadi.

                         Kata keenam  AMai-~[I memiliki kata depan, kata benda, feminin, bentuk tunggal, orang ketiga  masculine tunggal yang berarti with its dam artinya dengan tanggulnya. Kata ini juga memiliki kata ~[I yang mempunyai artinya with yang merupakan kata depan partikel dari ~a yang mempunyai arti a mother yang adalah kata benda umum bentuk tunggal feminin akhiran orang ketiga  bentuk maskulin tunggal jika di gabungkan kedua kata itu mempunyai arti with a mother artinya dengan seorang ibu. Kata ~a merupakan kata penghubung yang mempunyai beberapa pengertian, pertama Conditional, dalam kondisi yang nyata.  Kata benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful things” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair”.[72] kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[73]
                        Kata ketujuh  ynIymiV.h;  ~AYB;  memiliki bentuk kata depan yang melekat dengan kata artikel terbatas. kata benda. maskulin. bentuk tunggal.terbatas. artikel, kata sifat. angka. yang  memiliki arti on the eighth day yang artinya pada [atas] hari yang kedelapan. Kata ini  ~AYB  juga memiliki kata B. Yang artinya the yang merupakan kata depan partikel dari kata h; yang merupakan artikel partikel dari kata ~Ay  yang memiliki arti day yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal.mempunyai arti the day artinya hari.sedangkan kata ini ynIymiV.h memiliki kata h;  yang artinya the yang merupakan artikel partikel dari kata ynIymiv.    Yang memiliki arti eighth artinya yang kedelapan yang merupakan nomor urut angka kemutlakan  dari bentuk maskulin tunggal.jadi kedua kata ini di gabung mempunyai arti the day eighth yang artinya pada hari yang kedelapan. Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[74]
            Kata kedelapan yli-AnT.Ti berbentuk qal. imperfect.2. masculine.singular.3.masculine. bentuk tunggal. akhiran. (!tn). preposition.1. umum. bentuk tunggal. akhiran. Yang mempunyai arti you shall give it to me yang artinya kamu akan memberi ia/nya kepada saya. Kata ini juga yli-AnT.Ti  memiliki kata !tn yang merupakan kata kerja qal dari orang kedua yang tidak sempurna yang memiliki akhiran bentuk maskulin  tunggal  dari orang ketiga bentuk maskulin tunggal dari kata l. Yang merupakan akhiran kata depan partikel  orang pertama bentuk tunggal umum. Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi. Perfek menyatakan perbuatan yang sudah (= sudah selesai), bentuk kata kerjanya orang ketiga, jenis maskulin , berbentuk tunggal.[75]

Keluaran 22:30
Demikian juga harus kauperbuat dengan domba-dombamu: tujuh hari lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari yang kedelapan haruslah kaupersembahkan binatang-binatang itu kepada-Ku.

            Keluaran 22:29 , memiliki aspek-aspek sintaks, penulis menguraikannya sebagai berikut : Kata pertama vd<qo-yven>a;w> memiliki kata konjunktif. noun,masculine.plural. construct. kata benda. masculin. akhiran. Yang memiliki arti men consecrated yang artinya menyucikan orang. Kata ini juga memiliki kata w> yang merupakan partikel penghubung dari kata vya yang artinya man, person, husband, mankind artinya orang [laki-laki], orang, suami, umat manusia, yang merupakan kata benda umum masculin jamak constrak dari kata vd,qo yang artinya apartness, sacredness artinya terpisah, suci yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk masculin tunggal. Jadi jika di gabungkan kedua kata ini memiliki arti orang suci atau umat manusia yang suci. Dalam kata ini juga terdapat kata w>))) yang memiliki beberapa fungsi. Pertama, co- ordinative, yang diartikan‘ dan’; kedua, disjunctive, menyatakan kekontrasan; Ketiga, adversative yang berarti ‘ tetapi’ ; keempat, alternative, berarti ‘atau’ ; kelima, eplicative, yang dapat di pahami sebagai ‘ bahkan ’; keenam, pleonastic  dimana berkaitan dengan gaya penulisan; ketujuh, accompaniment, berarti ‘ makna/ arti’; kedelapan, comparative, hanya terdapat dalam puisi; kesembilan, emphatic, berarti ‘dan terutama; kesepuluh, sarcastic;  kesebelas, resumptive, pengenalan apodosis, keduabelas, adjunctive berarti ’ juga.’ Makna (w>)))) yang tepat dalamm kata ini adalah adjunctive yang berarti ’ juga.’. tedapat kata vya , yang merupakan kata benda umum masculin jamak constrak.[76]
            Kata kedua yl !Wyh.T memiliki kata qal , tidak sempurna.  Orang kedua masculine.plural. (hy"h') preposition.orang pertama umum. bentuk tunggal. Akhiran.Yang mempunyai arti you shall be to me yang artinya kepada saya kamu (akan) menjadi. Jika di pisahkan kedua kata ini yaitu Kata ini !Wyh.T memiliki kata hyh yang merupakan kata kerja qal  orang kedua tidak sempurna maskulin biarawati paragogic jamak yang memiliki arti become artinya yang di jadikan. Sedangkan kata yl memiliki kata l. Yang merupakan akhiran kata depan partikel  orang peretama umum bentuk tunggal.  Dalam kata ini Qal merupakan sesuatu keadaan atau kondisi.[77] kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[78]  Sedangkan kata ini hyh memiliki arti “ ada, menjadi”. Jadi penulis mengambil kesimpulan kata ini ialah akan menjadi.

                        Kata ketiga rf'b'W memiliki kata konjunktif. kata benda. masculin.singular. yang mempunyai arti therefore any flesh yang artinya oleh karena itu daging manapun. Kata ini juga memiliki kata w> yang merupakan kata penghubung partikel  dari kata  rf'B yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal . Yang mempunyai arti flesh artinya daging. Dalam kata ini juga terdapat kata w> yang memiliki beberapa fungsi. Pertama, co- ordinative, yang diartikan‘ dan’; kedua, disjunctive, menyatakan kekontrasan; Ketiga, adversative yang berarti ‘ tetapi’ ; keempat, alternative, berarti ‘atau’ ; kelima, eplicative, yang dapat di pahami sebagai ‘ bahkan ’; keenam, pleonastic  dimana berkaitan dengan gaya penulisan; ketujuh, accompaniment, berarti ‘ makna/ arti’; kedelapan, comparative, hanya terdapat dalam puisi; kesembilan, emphatic, berarti ‘dan terutama; kesepuluh, sarcastic;  kesebelas, resumptive, pengenalan apodosis, keduabelas, adjunctive berarti ’ juga.’ Makna (w>)))) yang tepat dalam kata ini adalah accompaniment yang berarti ‘ makna/ arti. [79] Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[80]

            Kata keempat hd<F'B; memiliki kata preposition.definite.article.noun.masculine.singular. yang memiliki arti in the field artinya di (dalam) bidang. Kata ini juga memiliki kata B. yang merupakan partikel kata depan dari kata h; yang adalah partikel artikel dari kata hd,f' yang merupakan kata benda yang umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal.yang memiliki arti field artinya bidang.  The Article memiliki beberapa penjelasan, pertama, the article is regulary omitted from bound and substantive with pronominal suffixes; kedua,to  indicate difiniteness when the person or subject has already been mentioned; ketiga to the article is employed when the object or person is definitive in the thought of the narrator, thought such words are indefinite in English. Keempat, as in English, the article is used when and object or a person is a well – known or recognized fact; kelima, possessive, equivalent to a pronominal suffix; keenam;  Demonstrative, misalnya misalnya “ this time,”, “ today”,; ketujuh; Distinctive, misalnya “ the true God”, “ the euphrates”(Gn 31:21); kedelapan, Vocative, misalnya “give aid”, “ my word King 1” (II King 6:26); Kesembilan, relative,: I,e, equivalent to a relative pronoun:  with partriciple, with w perfect aspect; kesepuluh, Generic, to express clauses, misalnya “ a dog”, “ a raven”, “ the Canaanites”, “ the righteous”.[81] Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[82]

            Kata kelima hp'rEj memiliki kata benda. feminin. bentuk tunggal.yang memiliki arti that is torn by beasts artinya koyak oleh binatang buas itu. Dalam kata ini juga terdapat kata hp'rej. Yang merupakan kata benda umum kemutlakan bentuk tunggal feminine. Yang memiliki arti animal torn in pieces by wild animal artinya binatang itu mengoyak terpenggal-penggal oleh binatang buas. Kata benda disini berjenis feminim memiliki beberapa penjelasan. Pertama, untuk menunjukan jenis kelamin feminim, misalnya mother atau qaueen,; kedua, menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk sebuah objek tertentu, misalnya,’ cup’, ‘ fire’; ketiga seringkali utuk menunjukan bagian dari tubuh, teristimewa yang berpasangan atau sepasang, misalnya “ foot”, “car”; keempat, menunjukan nama dari negara-negara dan kota-kota yang biasanya di bentuk seperti feminism, misalnya “Egypt”, “ Moab”, “ Tyre”; kelima, untuk menyatakan gagasan yang abstrak, misalnya “ faithfulness”, “ love”, “strength”, “ welfare”, “benefit”. Keenam, untuk menyatakan konsep-konsep yang netral, misalnya, “ this ”, “ wonderful this” ; ketujuh, untuk, membentuk kesatuan, misalnya, “inhabitants”, “ enemies”, “ caravan”; kedelapan, untuk menunjukan komponen tunggal dari kesatuan, misalnya “ ship”, “ a hair[83]
            Kata keenam Wlkeat al merupakan hal negatif.qal.imperfect.  orang kedua masculine.plural.pausal. Yang memiliki arti you shall not eat artinya kamu [haruslah] tidak makan. Kata ini juga mempunyai kata al{ artinya not  artinya bukan yang merupakan particle negative dari kata   lka katakerja qal  orang kedua tidak sempurna maskulin jamak,Yang memiliki arti to cause to eat artinya untuk menyebabkan untuk makan.


            Kata ketujuh bl,K,l merupakan kata preposition.definite. artikel. kata benda. Maskulin.bentuk tunggal . yang mempunyai arti to the dogs  artinya kepada anjing. Kata ini juga memiliki kata l. partikel kata depan dari kata h; (the) yang merupakan particle article dari kata bl,K ( a dog), yang merupakan kata benda yang umum kemutlakan bentuk maskulin tunggal. Yang mempunyai arti  the a dog artinya seekor anjing. The Article memiliki beberapa penjelasan, pertama, the article is regulary omitted from bound and substantive with pronominal suffixes; kedua,to  indicate difiniteness when the person or subject has already been mentioned; ketiga to the article is employed when the object or person is definitive in the thought of the narrator, thought such words are indefinite in English. Keempat, as in English, the article is used when and object or a person is a well – known or recognized fact; kelima, possessive, equivalent to a pronominal suffix; keenam;  Demonstrative, misalnya misalnya “ this time,”, “ today”,; ketujuh; Distinctive, misalnya “ the true God”, “ the euphrates”(Gn 31:21); kedelapan, Vocative, misalnya “give aid”, “ my word King 1” (II King 6:26); Kesembilan, relative,: I,e, equivalent to a relative pronoun:  with partriciple, with w perfect aspect; kesepuluh, Generic, to express clauses, misalnya “ a dog”, “ a raven”, “ the Canaanites”, “ the righteous”.[84] Jadi dalam kata ini penulis mengambil pengertian dari kesepuluh, Generic, to express clauses, misalnya “ a dog”, . Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[85]

            Kata kedelapan Atao !Wkliv.T; memiliki kata hiph'il. tidak sempurna. Orang kedua maskulin. plural.....direct.object.orang ketiga masculine.suffix. yang mempunyai arti you shall cast it artinya kamu akan melempar itu. Kata ini !Wkliv.T juga memiliki kata $lv yang merupakan kata kerja hiphil  orang kedua tidak sempurna maskulin biarawati paragogic jamak.mempunyai arti to throw artinya untuk melemparkan. Sedangkan kata Atao memiliki kata tae yang merupakan akhiran dari penanda pelengkap penderita partikel  orang ketiga yang maskuliun homonim bentuk pertama tunggal .dan memiliki arti with (denoting, proximity) artinya dengan (penandaan, dekatnya). Berbentuk pual berarti “ honorable” ( Kalimat yang menyatakan pasif dari pada piel sesudah kata kerja)[86]. Ciri khas seluruh pual adalah adanya vocal qibbus di bawah radikal pertama dan dagesh forte dalam radikal kedua.[87] Pual dan piel mempunyai beberapa penjelasan, yaitu pertama, as goetze has demonstrated, the usual description of these theme as “ intensive”, is in accurate; kedua, Factitive, with stative verbs, misalnya “ honour”, “ fill”; ketiga, Causative with fientive verbs, misalnya “ teach”; Keempat, Plurative or repetitive; kelima, Denominative, When verbs are derived from noun; keenam, Delocutive when verbs are derived from a location; Ketujuh, Privative, misalnya “clear of stones”[88] Terdapat juga kata benda berjenis maskulin memberikan penjelasan ; pertama, untuk menunjukan jenis kelamin maskulin, misalnya ‘father’, ‘ King’; kedua, untuk menunjukan jenis kelamin dari tata bahasa untuk suatu objek, misalnya ‘ house’, ‘word’; ketiga, dalam plural menunjukan gagasan-gagasan yang abstrak, misalnya ‘ life’, ‘old age’.[89]

           
Merelasikan Keluaran 22:28-30 Menjadi Satu Kalimat

janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu. Janganlah lalai memberikan hasil buahmu. Yang sulung dari anak-anakmu laki-laki haruslah engkau mempersembahkanya kepada-Ku. Demikian juga harus kauperbuat dengan domba-dombamu: tujuh hari lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari yang kedelapan haruslah kaupersembahkan binatang-binatang itu kepada-Ku.









BAB IV
TEMUAN TEOLOGIS DAN APLIKASI
Temuan Teologis
            Setelah penulis melakukan Eksegese pada kitab Keluaran 22:28-30, Maka penulis mendapatkan temuan Teologis yaitu tentang hari Tuhan dimana kita di ajarkan bagaimana menghormati hari itu dengan tidak mengutuki dan menyumpahi Seorang pemuka bangsa terlebih mengutuki Allah. Dan Ayat ini juga mengigatkan serta mengajarkan kita  dimana pada hari Tuhan itu kita tidak lupa atau lalai memberikan atau mempersembahkan hasil buah sulung dari hasil penghasilan kita serta mengajarkan kita cara bagaimana mempersembahkan serta memilih korban yang terbaik untuk di persembahkan kepada Allah.

Aplikasi
            Dalam kehidupan kita, Sering penulis menjumpai bahwa banyak diantara kita umat Kristen tidak menghormati hari Tuhan, bahkan pada hari Tuhan itu banyak umat Tuhan tidak mempersembahkan korban yang terbaik bagi Tuhan dengan mempersembahkan korban dari buah sulungnya melainkan ada umat Tuhan atau anak-anak Tuhan pada hari Tuhan itu mereka menggunakannya dengan menyumpahi seorang pemuka bangsa atau dengan kata lain  menyumpahi pemimpin-pemimpin yang telah Tuhan Percayakan untuk memimpin bangsa mereka. Bahkan ada juga yang  lebih kejam lagi pada hari Tuhan itu mereka mengutuki Allah.Dan tentu hal ini membuat Tuhan sangat benci dan Marah.

BAB V
KESIMPULAN
            Kitab keluaran 22:28-30 ini memberi penjelasan kepada kita, untuk menghormati dan menjujung tinggi hari Tuhan dengan cara mempersembahkan korban yang terbaik bagi Tuhan. Serta tidak lalai dalam memberikan atau mempersembahkan hasil buah sulung dari hasil penghasilan kita serta mengajarkan kita cara bagaimana mempersembahkan serta memilih korban yang terbaik untuk di persembahkan kepada Allah. Ketika kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan maka Tuhan juga akan memberikan yang terbaik bagi kita, yang penting kita menghormati serta mempersembahkan korban yang terbaik pada hari Tuhan itu.












[1] Donald C. Stamps, Alkitab penuntun Hidup Berkelimpahan ( Malang : Gandum Mas, 1996) 93
[2] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167

[3]  Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 ( Jakarta: LAI, 2005) 534-535
[4] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001),1167               
[5]Tekstual adalah suatu bentuk kritik teks yang diambil berdasarkan sumber-sumber atau bahan-bahan yang ada. Penulis mengacu kepada teks Ibrani yang adalah teks Masoret yang diambil dari A. Alt. P. Kahle Ediderat, R. Kittel, Biblia Hebreica Stuttgartensia. (Jerman: Deutsche BiblegellschaftnStuttgart, 1990), 958. Karena teks Masoret ini mewakili sebuah tradisi kritik teks Yahudi yang berlangsung lama. BHS memakai kodeks Leningard, yaitu kodeks abad pertengahan pada tahun 1008 dari tradisi Tiberias. Selain itu, penulis juga menggunakan perbandingandengan lima kitab dalam terjemahan yang lainnya untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam teks yang mendekati dengan bahasa aslinya, yaitu KJV, NIV, BHS, LXX, RSV.
[6]Kata ~AYðB; multi= banyak yaitu lebih dari 20 (1/2 Sam. 16-60) kodeks tulisan tangan.  Terdapat dalam teks Pentateukh (Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918. Selain terdapat dalam teks Pentateukh juga terdapat dalam terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan raja mesir Ptolomeus II Filadelfus, 285-246) menurut septuaginta, Venus Testamentum Graecum auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum (Perjanjian lama berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga ilmu-ilmu sastra di kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut belum tersedia, menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935). Terdapat juga dalam terjemahan Siria (Pesyitta) yang disusun menurut keselarasan saksi-saksi Sdan S B. Tedapat juga dalam Targum (terejemahan teks Ibrani dalam bahasa Aram) menurut A. Sperber, The Bible in Aramaic, jilid I-III, 1959-1962,  atau menurut P. de Lagarde, Hagiographa Chaldaiche (Kitab-kitab Suci berbahasa Aram, 1873). Juga terdapat dalam kodeks tulisan tangan Targum Pseudo-Yonatan (Targum Yerusalem I) menurut M.Ginsburger, Pseudo Yonatan adalah kata b;W.
[7] Kata^n<+acol.Terdapat dalam teks Pentateukh (Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918. Selain terdapat dalam teks Pentateukh juga terdapat dalam terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan raja mesir Ptolomeus II Filadelfus, 285-246) menurut septuaginta, Venus Testamentum Graecum auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum (Perjanjian lama berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga ilmu-ilmu sastra di kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut belum tersedia, menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935). Terdapat juga dalam terjemahan Siria (Pesyitta) yang disusun menurut keselarasan saksi-saksi Sdan S B. Terdapat juga dalam Targum Pseudo-Yonatan (Targum Yerusalem I) menurut M.Ginsburger, Pseudo Yonatan. Terdapat juga dalam terjemahan Latin Vulgata (yang tersebar umum), yang diterjemahkan oleh Hieronymus (345-420) dari bahasa Ibrani kedalam bahasa Latin (dari 390-405 di Betlehem), (menurut Biblia Sacra iuxta Latinam Vulgatam terbitan Pertapaan Benediktin St. Hieronimus di Roma [sejak 1926], atau, bila kitab tertentu belum terbit dalam edisi ini maka dipakai M. Hetzenauer, Biblia Sacra Vulgatae [1922]).  l)W terdapat dalam terjemahan Yunani Septuaginta (LXX, karena menurut surat Aristeas di kerjakan oleh 72 penerjemah pada masa pemerintahan raja mesir Ptolomeus II Filadelfus, 285-246) murut septuaginta, Venus Testamentum Graecum auctoritate Societatis Litterarum Gottingensis editum (Perjanjian lama berbahasa Yunani yang di terbitkan atas wewenang lembaga ilmu-ilmu sastra di kota Goettinggen,1931 dst.), atau di mana terbitan tersebut belum tersedia, menurut septuaginta yang di terbitkan A. Rahlfs (1935) + kai to. u,pozugio,n sou.   
[8] Katahd<ÛF'B; terdapat dalam Versiones Omnes vel plurimae (semua terjemahan-terjemahan atau yang terbanyak).
[9] Kata “bl,K,Þl;” terdapat dalam  teks Pentateukh (Taurat musa) berbahasa Ibrani-Samaria menurut A. von Gall, Derhebraische Pentateuchder Samaritaner (Pentateukh berbahasa Ibrani dari orang Samaria), 1914-1918, adalah kata %leîV.h;.
[10] KatayLi(-!T,Tiberasal dari Kata “!tn” merupakan  kata  kerja qal orang ke dua maskulin tunggal  yang memiliki arti “memberi”.; KJV dan  NIV  memakai kata “Give” yang berarti “ memberikan”; LXX memakai kata “dw,seij” yang berarti “untuk memberi”; LAI memakai kata “persembahkan”. Jadi penulis memakai terjemahan dari KJV, NIV dan LXX karena memiliki kesamaan arti dengan  kata  “yLi(-!T,Tiyang berarti “memberi”.
[11]Kata “^ït.a'lem. berasal dari kata “ha'lem.kata benda feminim tunggal yang memiliki bentuk umum yang memiliki akhiran orang kedua maskulin tunggal, yang memiliki arti “kepenuhan”, jadi kata ^ït.a'lem.memiliki arti “hasil penuh”; KJV memakai kata “first of  thy” yang berarti “pertama dari  milikmu” (kata tersebut tedapat pada ayat 29); NIV memakai kata “granaries” yang berarti “lumbung” (kata tersebut tedapat pada ayat 29); LXX memakai kata “avparca.j” yang berarti “buah pertama”; dan LAI memakai kata “yang  sulung”. Jadi, penulis memakai terjemahan dari KJV karena memiliki arti yang  mendekati kata ^ït.a'lem.”.
[12] Kata^ß[]m.dIw>”  berasal dari kata  “w”  merupakan  partikel penghubung  “[m;D" kata benda maskulin tunggal dengan akhiran orang ke dua , jadi kata ini yang memiliki arti” buahnya”; KJV  memakai kata “ripe fruits” yang berarti ”buah yang matang”; NIV memakai  kata “offerings” yang berarti “sesaji”; LXX memakai kata avparca.jkata benda feminim jamak dari  avparch  yang berarti “buah-buah” ; dan LAI memakai kata “hasil”. Jadi penulis memakai terjemahan dari LAI karena memiliki arti yang mendekati^ß[]m.dIw”.
[13]  Kata “^yn<ßB'” berasal dari kata “!Be”  kata benda  umum jamak  dan mempunyai   orang  kedua   dalam  bentuk homonim  tunggal . yang memiliki arti “ putera”; KJV memakai kata “of thy sons shalt ” yang berarti “ para putra milikmu”; NIV memakai kata “of your sons.” Yang berarti “ para puteramu”; LXX memakai kata “prwto,toka Kata sifat yang normal dan kata sifat yang netral yang bersifat jamak  dari  prwto,tokoj yang berarti “ anak sulung ”; LAI memakai kata Yang sulung dari anak-anakmu lelaki ”  . jadi penulis memutuskan memakai terjemahan dari LAI karena memiliki arti yang mendekati  Kata “^yn<ßB'” selain itu karena mudah dimengerti.
[14] Kata “rxE+a;t”  berasal dari kata “rxa ”  kata kerja orang kedua memiliki  bentuk feminim tunggal, yang memiliki arti “mengandung” ; KJV memakai  kata “to offer” yang berarti “ untuk menawarkan” ; NIV memakai  kata “give” yang berarti “memberi”; LXX memakai kata “a[lwnoj”  Kata benda genitive umum yang  mempunyai bentuk tunggal feminim dari a[lwn  yang berarti “menebah ”; dan LAI memakai kata “mempersembahkan”. Jadi penulis  memutuskan  memakai terjemahan dari LAI karena memiliki arti yang mendekati  rxE+a;t”.
[15] Katahf,î[]T;-!KE)”  berasal dari kata !Kemerupakan  homonim dari  kata “hf[kata kerja  orang kedua tunggal  homonim , yang memiliki arti “ jadi, membuat”. KJV memakai kata “ Likewise ”  yang berarti “demikian juga” (kata tersebut terdapat pada ayat 30 );LXX memakai kata “poih,seij” yang merupakan kata kerja bersifat orang  kedua  tunggal dari  poie,w  yang artinya “ membuat”; LAI memakai kata “ demikian juga”. Jadi penulis memakai terjemahan dari LXX karena memiliki arti yang mendekati kata ^ït.a'lem.”.
[16] Kata inihy<åh.” merupakan kata kerja orang ketiga tunggal yang artinya  “ become” artinya ;  yang di jadikan ,( KJV, NIV,LXX, tidak terdapat masalah kpd  3 kitab trsbut)
[17] Kata iniAMêai-~[berasal dari kata~[I yang  merupakan kata depan partikel  ~ae yaitu kata benda umum bentuk feminine orang ketiga tunggal yang berarti .”dengan ”; KJV memakai kata “ with your sheep”yang artinya “ dengan domba-dombamu ”; NIV memakai kata “with their mothers” yang artinya dengan para ibu mereka ” ( LXX dan LAI tidak terdapat masalah);  Jadi penulis memakai terjemahan dari KJV karena memiliki arti yang mendekati kata AMêai-~[ ”
[18]  Kata ini “t[;Ûb.vi ”berasal dari kata  “[b;v, yang merupakan  angka utama bentuk tunggal untuk  membangun  yang memiliki arti “ ketujuh” ; KJV, NIV dan LAI memakai kata “ seven days” yang memiliki arti “tujuh hari”LXX memakai kata “e`pta.” Yang memiliki arti “ketujuh ”. Jadi penulis memakai terjemahan dari KJV, NIV,  dan LAI karena memiliki  arti yang mendekati kata  t[;Ûb.vi
[19]  Kata  ini[19]‘~ymiy”  berasal dari kata ~Ay  yang merupakan kata benda  bentuk umum jam yang mempunyai arti “ hari atau waktu” KJV,NIV, memakai  kata “day” yang artinya “  hari. “LXX memakai kata “h`me,raj” yang artinya “ suatu hari”; LAI memakai kata “ hari ”. Jadi penulis memakai  terjemahan dari  KJV, NIV,  dan LAI.
[20]  Kata ini “^n<+acol.”  Berasal dari kata “l” kata partikel dari “!aco”  yang  merupakan kata benda feminine tunggal  yang  membangun  orang  kedua tunggal. Yang  memiliki arti “berkumpul ”; KJV memakai kata  “accomplish” yang  artinya “ memenuhi”; NIV memakai kata  “ stay with” yang  memberi arti “menginap di rumah” LAI memakai kata ” kaupersembahkan ”. jadi penulis memakai  terjemahan dari KJV karena memiliki arti yang mendekati kata ^n<+acol.”  .
[21] Donald C. Stamps, Alkitab penuntun Hidup Berkelimpahan ( Malang : Gandum Mas, 1996) 93
[22] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167

[23] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167

[24]  Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 ( Jakarta: LAI, 2005) 534-535
[25] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001),1167               
[26]Samuel J. Schultz,Pengantar Pertjanjian Lama, Taurat dan Sejaterah  Kejadian- Ester ( Malang : Gandum Mas, 1993) 27

[27]ibid
[28].Samuel J. Schultz,Pengantar Pertjanjian Lama, Taurat dan Sejaterah  Kejadian- Ester ( Malang : Gandum Mas, 1993) 27
[29] Samuel J. Schultz,Pengantar Pertjanjian Lama, Taurat dan Sejaterah  Kejadian- Ester ( Malang : Gandum Mas, 1993) 27

[30] J.l Packer, Merrill C.  Tenney dan William White, Jr.Ensiklopedi di Fakta Alkitab, Bible Almanac-2 ( Jatim : Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2001) p.1167
[31]  H.Rosin, Tafsiran Alkitab,KItab keluaran 1-15:21.(Jakarta : VPK Gunung Mulia, 2003),1
[32] Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, tafsiran Alkitab Masa Kini 1 ( Jakarta: LAI, 2000)  140

[33] Gavin Reid, Pedoman lengkap pedalaman Alkitab, ( Bandung : Yayasan Kalam Hidup, 2004) 174
[34]  W.S Lasor, dkk, Pengantar perjanjian Lama,( Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1995)191
[35]Ibid 174
[36]Ibid 175
[37] Ibid  Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama ,175
[38]Ibid Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama , 175
[39]Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama ,( Malang : Gandum Mas, 1998) 175
[40] Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama ,( Malang : Gandum Mas, 1996) 166
[41]  Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama ,( Malang : Gandum Mas, 1998)174
[42] Ibid 174
[43]Ibid 174
[44]Donald C. Stamps, Alkitab penuntun Hidup Berkelimpahan ( Malang : Gandum Mas, 1996) 94
[45] Hebert Wolf, Pengenalan Pentateukh ( Malang : Yayasan Gandum Mas, 1998).169
[46] Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF, ensiklopedia Alkitab Masa Kini  jilid1 ( Jakarta: LAI, 2005)  536
[47] Ibid 536
[48] 175

[49] Andrew E. HI dan John H. Walton, Survei Perjanjian Lama ,( Malang : Gandum Mas, 1998)173
                [50] John joseph owens, Anaytical Key To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds, Michigan :  Baker  Book House ,1989) 337
                [51]. Ronald J. Williams, Hebrew Syntax Ab Outline ( London : University of Toronto Press,1976).8
                [52] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [53] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I,( Batu, Departement Literatur YPPI, 1993), 1
                [54] Ibid 337
                [55]  T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 57
                [56]  T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 89
                [57] [57] John joseph owens, Anaytical Key To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds, Michigan :  Baker  Book House ,1989) 337       
                [58] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I,( Batu, Departement Literatur YPPI, 1991) 45
                [59] Ibid 337
                [60] Ibid 337
                [61] Ibid 87
                [62] [62] John joseph owens, Anaytical Key To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds, Michigan :  Baker  Book House ,1989) 337
                [63] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 81
                [64] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 87
                [65] Yoshiaki Hattori, Langkah-langkah dalam eksegese perjanjian Lama ( Batu : Institut Injil Indonesia, 1989) 25
                [66] John joseph owens, Anaytical Key To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds, Michigan :  Baker  Book House ,1989) 337

                [67] Ronald J. Williams, Hebrew Syntax Ab Outline ( London : University of Toronto Press,1976).8
                [68] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [69] John joseph owens, Anaytical Key To The Old Testament Vol 1 Genesis – Joshua ( America : Grand rapinds, Michigan :  Baker  Book House ,1989) 337


                [70] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 87

                [71] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [72] Ronald J. Williams, Hebrew Syntax Ab Outline ( London : University of Toronto Press,1976).8
                [73] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [74] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [75] Ibid 87
                [76]  Ronald J. Williams, Hebrew Syntax An Outline, ( London: University of Toronto press,1976) 18
                [77] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I, 87

                [78] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [79] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid I,( Batu, Departement Literatur YPPI, 1993), 1
                [80] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [81]  F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon (USA : Hendrickson Publishers, 1979) 992
                [82] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [83]. Ronald J. Williams, Hebrew Syntax Ab Outline ( London : University of Toronto Press,1976).8
                [84]  F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon (USA : Hendrickson Publishers, 1979) 992
                [85] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8
                [86] T.G.R. Boeker , Bahasa Ibrani  Jilid II, 48
                [87] Ibid 48
                [88] Ronald J. Williams, Hebrew Syntax Ab Outline ( London : University of Toronto Press,1976)27-28
                [89] F. Brown S. R. Driver and C. A. Bringgs, A Hebrew and English Lexicon of the testament,  8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar